Jumat, 15 Mei 2026

Pertukaran Data Indonesia-AS Dilakukan dalam Protokol Keamanan yang Memadai

Penulis : Bambang Ismoyo / Arnoldus Kristianus
24 Jul 2025 | 17:52 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Kamis (24/7/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Kamis (24/7/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah Indonesia-Amerika Serikat (AS) akan memperkuat protokol perlindungan data pribadi. Ini termasuk penguatan sistem untuk warga negara Indonesia maupun AS dalam pemanfaatan layanan antar-negara (cross border).

“Jadi finalisasinya adalah bagaimana ada pijakan hukum yang sah, aman, dan terukur untuk data kelola lalu lintas data pribadi antar negara atau cross border daripada data pribadi tersebut. Ini menjadi dasar hukum yang kuat untuk perlindungan data pribadi warga negara Indonesia ketika menikmati layanan cross border,” ucap Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Kamis (24/7/2025).

Airlangga mengatakan, pelayanan sebenarnya pelayanan cross border tidak hanya ke AS tetapi ke berbagai negara lain. Salah satu protokol yang dipersiapkan Indonesia sudah ada di kawasan digital Nongsa, yang mempersyaratkan infrastruktur keamanan digital tetapi juga mencakup keamanan fisik.

ADVERTISEMENT

“Jangan sampai ada yang orang masuk misalnya ke data center tanpa izin kemudian mengambil server atau mengambil data. Demikian pula standar keamanan kabel yang berada dalam standar tertentu,” tutur Airlangga.

Bila dilihat lebih jauh dalam pelaksanaan sistem pembayaran seperti Mastercard maupun Visa sudah terjadi pertukaran data antar negara. Sebab dalam pelaksanaan sistem tersebut berisi data pelanggan dalam bagian Know Your Customer (KYC), meliputi data pribadi nasabah.

“Inilah yang diperlukan protokol yang kuat untuk melindungi data dalam transaksi. Baik itu digunakan melalui cloud computing maupun AI (Artificial Intelligence). Kedepannya akan semakin banyak lagi penggunaan AI karena AI adalah data mining atau scrolling dari seluruh data-data yang ada di digital,” tutur Airlangga.

Dia mengatakan, setiap data akan diawasi oleh otoritas Indonesia yang menjalankan prinsip kehati-hatian dan berdasarkan hukum nasional tentang perlindungan data pribadi. Dalam hal ini pemerintah memastikan bahwa data ini dilakukan dalam kerangka yang secure, reliable dan data governance.

“Untuk itu sudah 12 perusahaan Amerika Serikat mendirikan data center di Indonesia jadi artinya mereka juga sudah comply dengan regulasi yang diminta oleh Indonesia. Artinya kita (Indonesia) sudah berbicara mengenai cross border data secara dengan protokol tertentu dengan negara yang kita anggap reliable dan trusted partner,” jelas Airlangga.

Sebelumnya dalam joint statement disebutkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mengatasi hambatan yang berdampak pada perdagangan, jasa, dan investasi digital. Indonesia akan memberikan kepastian terkait kemampuan untuk mentransfer data pribadi keluar dari wilayahnya ke AS.

Lalu dalam lembar fakta disebutkan bahwa, Indonesia akan memberikan kepastian terkait kemampuan untuk pemindahan data pribadi ke AS melalui pengakuan AS sebagai negara yang menyediakan perlindungan data yang memadai berdasarkan hukum Indonesia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia