Jumat, 15 Mei 2026

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Serap 2 Juta Tenaga Kerja

Penulis : Vinnilya Huanggrio
14 Aug 2025 | 17:20 WIB
BAGIKAN
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko di Jakarta, Kamis (14/8/2025). (B-Universe Photo/Vinnilya Huanggrio)
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko di Jakarta, Kamis (14/8/2025). (B-Universe Photo/Vinnilya Huanggrio)

JAKARTA, investor.id – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko menyatakan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berpotensi besar menyerap 2 juta tenaga kerja jika 1.000 koperasi berhasil dibangun.

Pernyataan ini didukung oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang untuk pertama kalinya menunjukkan penurunan kemiskinan di desa lebih cepat daripada di kota.

“Desa sekarang lebih siap secara kelembagaan finansial. Ada dana desa, badan usaha milik desa (BUMDes), dan lembaga usaha milik desa. Belum lagi jaring pengaman sosial budaya yang kuat. Kota belum punya kelembagaan seperti itu,” jelas Budiman, Kamis (14/8/2025).

Ia menjelaskan, tingkat pengangguran di kota cenderung lebih tinggi karena investasi yang masuk bersifat padat modal, seperti industri keuangan dan teknologi, yang membutuhkan keterampilan tinggi. Sebaliknya, investasi di desa lebih bersifat padat karya sehingga mampu menyerap tenaga kerja dengan cepat.

ADVERTISEMENT

Budiman menambahkan, Koperasi Merah Putih hadir sebagai solusi bagi pengangguran. Pengangguran di kota memiliki dua pilihan: kembali ke desa untuk bekerja di industri padat karya melalui BUMDes dan koperasi desa, atau tetap di kota dengan meningkatkan keterampilan untuk masuk ke industri berbasis teknologi dan bergabung dengan koperasi kelurahan.

“Koperasi desa merah putih dan koperasi kelurahan merah putih ini menjawab 2 juta lapangan kerja. Skill yang dibutuhkan pun beragam, mulai dari pertanian, manajemen, digital, energi terbarukan, hingga industri kreatif,” ujar Budiman.

Menurut dia, Koperasi Merah Putih jadi satu dari tiga program prioritas pemerintah lain yaitu makan bergizi gratis (MBG) dan sekolah rakyat yang diyakini menjadi kunci untuk menekan kemiskinan ekstrem hingga 0% pada 2026. Tiga program tersebut juga menargetkan penurunan kemiskinan relatif menjadi 4,5–5% pada 2029.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia