RI Harus Raup Investasi Rp 7,45 Kuadriliun untuk Tumbuh 5,4% pada 2026
JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati menyatakan Indonesia membutuhkan total investasi sebesar Rp 7,45 kuadriliun agar perekonomian nasional dapat mencapai pertumbuhan 5,4% secara tahunan (year-on-year/ YoY) pada 2026.
“Untuk mencapai 5,4% pertumbuhan kita di tahun 2026, dibutuhkan Rp 7.450 triliun dari total investment (investasi) di dalam GDP (Gross Domestic Product/ Produk Domestik Bruto/ PDB) kita,” papar Sri Mulyani seperti dikutip dari Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Senin (18/8/2025).
Ia mengatakan, tidak semua investasi tersebut harus bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Ia menyatakan anggaran negara diharapkan hanya menjadi katalis untuk mengakselerasi kegiatan investasi.
“Dari sisi investasi, Bapak Presiden (Prabowo Subianto) menyampaikan dan mengindikasikan tidak semuanya harus tergantung dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), tapi APBN menjadi katalis dan saling membantu,” kata Sri Mulyani.
Ia menuturkan sektor target investasi pada tahun depan meliputi sektor mineral dan batu bara, transisi energi, ketahanan energi, hilirisasi pertanian, serta hilirisasi kelautan dan perikanan.
Kerja sama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia dan para pelaku usaha swasta juga akan diperkuat sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menyatakan terdapat tiga kontributor investasi pada 2026, yakni sektor swasta, berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Danantara Indonesia, serta pemerintah melalui penyaluran APBN.
“Yang mana Rp 720 triliun itu adalah (investasi yang diharapkan dari) Danantara. Sedangkan yang lain adalah dari sisi swasta Rp 6.200 triliun dan APBN Rp 530 triliun,” imbuh Sri Mulyani.
Baca Juga:
Kelola Aset US$ 1 Triliun, Prabowo Sebut Danantara Optimalkan Hilirisasi dan Lapangan KerjaDalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan dibutuhkan penanaman modal asing dan dalam negeri senilai Rp 13.032,8 triliun dalam rentang 2025-2029.
Rosan melanjutkan, target investasi pada 2025-2029 itu lebih tinggi sekitar 43% apabila dibandingkan dengan capaian investasi dalam 10 tahun terakhir pada 2014-2024 sebesar Rp 9.912 triliun.
“Kontribusi dari investasi ini juga diharapkan terus meningkat, karena memberikan dampak positif terhadap lapangan pekerjaan, daya beli, dan juga ekspor nasional,” tukasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






