Pangkas Dana TKD, Prabowo: Sabar, Pada Saatnya akan Dikucurkan Besar-Besaran
JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto meminta para kepala daerah, khususnya bupati, untuk bersabar terkait rencana pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) pada tahun 2026. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah efisiensi yang bersifat sementara dan meyakinkan bahwa dana akan dikucurkan besar-besaran pada saatnya.
Berdasarkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, alokasi dana TKD direncanakan turun 24,8% dari Rp 864,1 triliun pada outlook 2025 menjadi Rp 650 triliun.
“Para bupati, saya minta para bupati sabar. Jangan (merasa), ‘loh kita kok transfer ke daerah dikurangi, dikurangi.’ Tidak dikurangi,” tegas Presiden Prabowo saat berpidato di Pembukaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo Tahun 2025, Kabupaten Tangerang pada Kamis (28/8/2025).
Prabowo menjelaskan bahwa anggaran untuk daerah dirancang dalam dua alokasi, yaitu langsung dan tidak langsung. Menurutnya, pemangkasan dana TKD diperlukan sebagai penyesuaian agar nantinya dapat dicairkan secara optimal.
“Nanti pada saatnya kita akan kucurkan besar-besaran. Percaya sama saya,” ujarnya, lantas disambut tepuk tangan meriah oleh para hadirin, termasuk oleh para bupati.
Presiden Prabowo juga menerangkan bahwa efisiensi anggaran adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan fiskal dan kekayaan sumber daya Indonesia, sekaligus merupakan amanat dari Undang-Undang Dasar 1945. “Efisiensi berkeadilan. Efisiensi ini perintah Undang-Undang Dasar, bukan maunya Prabowo,” kata dia.
Kepada sejumlah menteri yang hadir, ia juga menyinggung agar sabar menghadapi efisiensi anggaran, khususnya mereka yang memimpin kementerian/lembaga (K/L) terdampak kebijakan tersebut. Presiden Prabowo mengilustrasikan permainan sepakbola, dimana tidak semua pemain masuk untuk bertanding. Mereka yang berada di bangku cadangan harus sabar menanti untuk memainkan peran dalam pertandingan.
“Menteri-menteri bukan hobi aku motong-motong anggaran kalian. Tidak. Yang tidak terlalu perlu (efisiensi), nanti kita kembalikan. Tapi saya minta kesabaran. Ada beberapa menteri yang agak di depan, ada beberapa menteri yang menunggu. Ini seperti permainan sepakbola,” ucap Prabowo.
Di samping itu, ia juga mendorong para menteri dan bupati untuk mendorong realisasi belanja pemerintah, baik pada sisa waktu di tahun ini maupun di masa-masa mendatang. Menurut dia, belanja pemerintah saat ini masih relatif kecil untuk mendukung perekonomian jika dibandingkan dengan banyak negara lainnya.
“Kita yang paling rendah dari sekian banyak negara. Kita masih 15% dari PDB (produk domestik bruto). India 28%, Italia 56%, Prancis 58%. Jadi kita masih bisa ngejar ini,” demikian jelas Prabowo.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






