Kamis, 14 Mei 2026

Menkeu Purbaya Pastikan APBN 2026 Tetap Sehat

Penulis : Vinnilya Huanggrio
10 Sep 2025 | 14:10 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan pengantar rencana kerja dan anggaran Kementerian Keuangan tahun 2026 dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, pada Rabu (10/9).

Purbaya memastikan, APBN tahun 2026 akan berjalan dengan sehat dan siap menghadapi dinamika perekonomian.

“APBN 2026 akan dijaga tetap sehat dan berkelanjutan agar mampu menjadi instrumen yang kredibel, meredam guncangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ungkap Purbaya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/9/2025).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Purbaya juga menegaskan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia didukung oleh data makro ekonomi yang solid. Salah satunya adalah tingkat inflasi yang terkendali hingga rasio utang terendah diantara negara G-20. 

Purbaya juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 yang mencapai 5,12 persen year on year, ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja manufaktur. Dengan demikian, Pemerintah menargetkan pertumbuhan meningkat ke 5,4 persen pada 2026, dengan visi jangka menengah mendorong pertumbuhan hingga 8 persen. 

“Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor utama yang diperkirakan tumbuh 5,2% dan investasi yang ditargetkan tumbuh 5,2%, diwujudkan melalui penguatan peran Danantara di sektor-sektor berorientasi ekspor,” tutur Purbaya.

Kemudian, kinerja perdagangan juga turut memberi sinyal positif. Purbaya mencatat, sepanjang Januari–Agustus 2025 neraca perdagangan surplus 29 miliar Dolar AS, atau melonjak 52,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Ekspor utamanya ditopang produk industri pengolahan, termasuk CPO dan baja. Sementara itu, inflasi terkendali dalam kisaran 1,5–3,5 persen, menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah juga memastikan stok beras lebih dari 4 juta ton melalui penguatan peran Bulog dan kebijakan stabilisasi pangan.

Oleh sebab itu untuk tahun depan, RAPBN difokuskan pada delapan agenda prioritas, mulai dari ketahanan pangan, energi, pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan UMKM serta investasi global, jelas Purbaya.

Dia memastikan defisit anggaran tetap aman di kisaran 2,78 persen PDB, sementara rasio utang Indonesia termasuk yang terendah di G20, yakni sebesar 39,8 persen.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 11 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia