Reaksi Airlangga Soal Pemerintah Guyur Rp 200 T ke Bank
Menurut Josua, penempatan dana sebesar Rp 200 triliun diperkirakan mengerek pertumbuhan uang primer tahunan secara signifikan dan, dengan asumsi pengganda stabil, mendorong pertumbuhan M2 ke kisaran di atas tren sebelumnya.
Namun, efek akhirnya pada pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tetap bergantung pada kenaikan permintaan uang dan kecepatan belanja pemerintah, bukan hanya pada sisi penawaran likuiditas. Bila permintaan uang lemah, likuiditas cenderung parkir di instrumen keuangan dan tidak mendorong kredit maupun kegiatan riil.
“Oleh karena itu eksekusi belanja dan koordinasi fiskal moneter menjadi kunci agar dorongan likuiditas benar-benar menggerakkan permintaan domestik,” pungkas Josua.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






