Jumat, 15 Mei 2026

Reaksi Airlangga Soal Pemerintah Guyur Rp 200 T ke Bank

Penulis :  Arnoldus Kristianus
12 Sep 2025 | 13:38 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Kemenko Perekonomian/Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Kemenko Perekonomian/Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto buka suara terkait transfer dana Pemerintah di Bank Indonesia (BI) senilai Rp 200 Triliun ke sektor perbankan.

Airlangga mengungkapkan, ia menilai rencana penyaluran Rp 200 triliun ke perbankan akan meningkatkan likuiditas di pasar keuangan. Menurutnya, dengan adanya peningkatan likuiditas maka akan memberikan dampak positif ke perekonomian nasional.

“Upaya menambah likuidasi di pasar selalu baik. Kami melihat iklim investasi akan diperbaiki,” ujar Airlangga di kantor Kemenko Bidang Perekonomian di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

ADVERTISEMENT

Sejauh ini, Pemerintah sudah menempatkan dana sebesar Rp 200 triliun di enam bank. Dalam hal ini dana tersebut akan ditempatkan di empat bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan dua bank syariah. Penyaluran dana dari rekening Bank Indonesia ke perbankan bisa langsung disalurkan pada Jumat (12/9).

Adapun anggota bank anggota Himbara adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Tabungan Negara (BTN). Sedangkan dua bank syariah lainnya adalah Bank Syariah Indonesia dan Bank Syariah Nasional.

Nantinya, dana tersebut akan disalurkan perbankan dalam bentuk kredit ke masyarakat. Dampak rambatan yang diharapkan adalah kinerja sektor riil dan perekonomian akan meningkat. Upaya memacu sektor riil juga dilakukan dengan melakukan pembenahan regulasi.

Saat ini, Pemerintah sudah  merampungkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Langkah ini dilakukan untuk membenahi geliat investasi.

“PP 28 akan berlaku  pada 5 Oktober 2025, deregulasi sudah berjalan. Harapannya itu bisa direspons dunia usaha,” terang Airlangga.

Sebelumnya, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengingatkan risiko pergeseran muncul jika bank menggunakan dana untuk menambah kepemilikan surat berharga atau parkir di instrumen pasar uang alih-alih menyalurkan kredit, sehingga sektor swasta tidak memperoleh tambahan pembiayaan. 

Untuk mengurangi risiko ini, arah kebijakan moneter saat ini justru menurunkan kepemilikan instrumen penyerapan likuiditas dan melakukan pembelian SBN terukur, agar likuiditas yang bertambah mengalir ke kredit, bukan kembali ditarik lewat operasi moneter.

“Hal ini menandakan upaya menjaga agar penambahan likuiditas tidak disterilisasi dan tidak mengurangi pembiayaan swasta,” kata Josua, dikutip Jumat (12/9).

Dampak pada Ekonomi Bergantung pada Permintaan dan Kecepatan Belanja Pemerintah

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia