Jumat, 15 Mei 2026

Purbaya Siapkan 6 Program Stimulus Ekonomi Untuk Akhir 2025

Penulis :  Arnoldus Kristianus
13 Sep 2025 | 06:07 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/9/2025). (Tangkapan layar: Youtube, Sekretariat Presiden)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/9/2025). (Tangkapan layar: Youtube, Sekretariat Presiden)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadhewa mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengkaji ulang alokasi anggaran dalam APBN 2025.

Purbaya menyebut, bila ada anggaran yang dinilai kurang efisien maka akan dialihkan untuk pos belanja lain yang lebih produktif. Hal ini terutama pemerintah akan menjalankan program stimulus ekonomi pada kuartal IV-2025.

“Anggarannya kan bisa digeser-geser,  kita bisa prediksi mana yang nggak terserap. Sampai akhir tahun, itu akan kita geser ke tempat yang lebih siap.Kami akan  juga program-program yang bagus tetapi berjalan agak macet maka akan kami akan dorong lebih cepat,” ujar Purbaya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip Sabtu (13/9/2025).

ADVERTISEMENT

Pemerintah akan menjalankan enam paket dalam program stimulus ekonomi kuartal IV-2025. Pertama, Program Magang. Pemerintah akan meluncurkan program magang bagi fresh graduate untuk meningkatkan kesesuaian antara lulusan dan kebutuhan industri. Kedua, Perluasan Insentif Pajak. Insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 yang ditanggung pemerintah akan diperluas ke pekerja di sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Sebelumnya, insentif ini hanya diberikan kepada industri padat karya.

Ketiga, Bantuan Pangan. Program bantuan pangan akan berlanjut selama tiga bulan ke depan. Keempat, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk para pengemudi ojek online (ojol). Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan kepada pengemudi ojol ini mencakup jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM).  

Kelima, Fasilitas Perumahan. Ini akan dilakukan melalui fasilitas yang sudah ada di BPJS Ketenagakerjaan, yang selanjutnya diperluas untuk memberikan bantuan kepemilikan dan renovasi rumah Keenam, Cash for Work. Program ini akan dijalankan untuk pekerja padat karya di sektor perhubungan dan perumahan

“Jadi ini bukan bukan kejutan jangka pendek yang dampaknya kecil. Ini akan memberikan kejutan jangka panjang, yang dampaknya jangka panjang kepada perekonomian. Jadi selama ini yang macet-macet akan kita lancarkan,” pungkas Purbaya.

Menkeu Purbaya lebih lanjut mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk membentuk team akselerasi program. Langkah tersebut dilakukan agar penggunaan anggaran berjalan efektif dan program bisa berjalan optimal.

“Perlu akselerasi program pembangunan supaya semua programnya bisa berjalan dengan baik,” terang dia.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia