Jumat, 15 Mei 2026

4 Program Stimulus Ekonomi Ini Berlanjut hingga 2026

Penulis : Celvin M. Sipahutar
16 Sep 2025 | 06:28 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di kantornya, Jakarta, pada Jumat (12/9/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di kantornya, Jakarta, pada Jumat (12/9/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator (Menko), Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa empat program dalam paket stimulus ekonomi akan tetap berlanjut hingga tahun 2026.

Kebijakan ini dirancang untuk memberikan kepastian bagi pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat luas, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi tahun mendatang.

Airlangga menjelaskan, program pertama adalah perpanjangan kebijakan PPh final bagi UMKM dengan omzet hingga Rp 4,8 miliar per tahun. Pajak final yang dikenakan tetap sebesar 0,5 persen dan akan berlaku hingga 2029.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, alokasi anggaran sudah mencapai Rp 2 triliun dengan jumlah wajib pajak terdaftar sebanyak 542 ribu pada 2025. Untuk mendukung implementasi kelanjutan program ini, negara menyiapkan revisi Peraturan Pemerintah.

"Jadi tidak kita perpanjang satu tahun-satu tahun, tetapi diberikan kepastian sampai dengan 2029," kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (16/9/2025).

Kedua, program terkait dengan perpanjangan PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) bagi pekerja sektor pariwisata. Insentif yang baru diterapkan pada 2025 tersebut akan berlanjut pada tahun berikutnya, sehingga pekerja dengan gaji di bawah Rp 10 juta tetap mendapatkan manfaat. Estimasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp 480 miliar.

Ketiga, insentif PPh Pasal 21 DTP itu juga diberikan bagi pekerja di sektor industri padat karya, seperti alas kaki, tekstil, pakaian jadi, furnitur kulit, dan barang kulit. Kebijakan ini menargetkan 1,7 juta pekerja dengan alokasi anggaran sebesar Rp 800 miliar pada 2025, dan akan kembali dilanjutkan tahun depan.

Keempat, program pemberian diskon iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) bagi pekerja bukan penerima upah (BPU).

Jika sebelumnya hanya mencakup pengemudi ojek online dan pekerja transportasi informal, cakupannya kini diperluas hingga ke petani, pedagang, nelayan, buruh bangunan, hingga pekerja rumah tangga. Target peserta program ini mencapai 9,9 juta orang dengan estimasi anggaran sekitar Rp 753 miliar.

Dengan keberlanjutan empat program tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan dan kepastian bagi sektor usaha kecil, pekerja formal maupun informal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif pada waktu mendatang.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia