Jumat, 15 Mei 2026

Ekspor RI ke Uni Eropa Diproyeksi Naik 60% Berkat Perjanjian Dagang IEU-CEPA

Penulis : Prisma Ardianto
23 Sep 2025 | 20:19 WIB
BAGIKAN
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakartabelum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakartabelum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Ekspor Indonesia ke Uni Eropa (UE) diproyeksikan akan melonjak hingga 60% pada tahap awal implementasi perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian ini ditargetkan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2027.

Indonesia dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan substansial, ditandai Penandatanganan dan pengumuman bersama antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maroš Šefčovič di Bali, Selasa (23/9/2025).

Implementasi IEU-CEPA akan membuka peluang investasi, memfasilitasi perdagangan, memindahkan teknologi, dan memperkuat integrasi Indonesia-UE dalam rantai pasok global. Lebih dari 98% tarif akan dihapuskan, membuat komoditas unggulan Indonesia, seperti minyak sawit, kopi, tekstil, alas kaki, dan furnitur, semakin kompetitif di pasar Eropa.

Selain itu, perjanjian ini juga akan membuka peluang ekspor produk berteknologi tinggi seperti ponsel pintar dan peralatan telekomunikasi, sehingga mendiversifikasi ekspor dan meningkatkan daya saing industri nasional.

ADVERTISEMENT

Saat ini, Uni Eropa merupakan salah satu mitra ekonomi strategis bagi Indonesia. Pada 2024, total nilai perdagangan keduanya mencapai US$ 30,4 miliar, dengan surplus US$ 4,4 miliar untuk Indonesia. UE juga tercatat sebagai investor terbesar kelima di Indonesia dengan total investasi US$ 15,6 miliar sepanjang 2019–2024.

Menko Airlangga mengatakan, IEU-CEPA diharapkan membawa manfaat bagi para pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat di kedua belah pihak. Presiden Prabowo Subianto bahkan berharap perjanjian ini dapat menjadi 'game changer' bagi pasar global.

“Ketika Indonesia dan Uni Eropa bekerja sama mengembangkan pasar, saya yakin kita dapat membawa skala pertumbuhan yang signifikan ke Uni Eropa dan ke kawasan Indo-Pasifik, dimana Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asean,” tegas Airlangga dalam keterangan pers.

Ia juga bilang bahwa perjanjian ini mencakup klaster digital, yang akan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital yang diproyeksikan tumbuh pesat. Dukungan teknologi dan infrastruktur digital dari mitra Eropa akan membantu memaksimalkan potensi ini.

Pemerintah, bersama Kadin Indonesia, EuroCham, dan Apindo, siap menggarap peluang yang ada. Airlangga mengajak dunia usaha untuk memastikan peluang IEU-CEPA diwujudkan menjadi aksi nyata demi pertumbuhan inklusif dan kesejahteraan bersama.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia