Sabtu, 4 April 2026

Purbaya Sebut 40 Perusahaan Baja Gelapkan Pembayaran Pajak

Penulis : Arnoldus Kristianus
14 Jan 2026 | 13:01 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA,investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menemukan 40 perusahaan baja yang telah melakukan penggelapan pembayaran pajak. Dalam hal ini penyelewengan dilakukan dengan tidak membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Untuk baja itu yang terdeteksi ada 40 perusahaan. Yang dua besar akan kita sidak dalam waktu singkat,” ucap Purbaya di Menara Global pada Rabu(14/1/2026).

Dia mengatakan 40 perusahaan tersebut berasal dari China, Indonesia dan sejumlah negara lain. Dari penelusuran Kemenkeu terlihat praktik ini melibatkan pihak internal sendiri. Oleh karena itu , Kemenkeu sedang melakukan kajian lebih lanjut.

Advertisement

“Teka-teki juga, harusnya kan kalau perusahaan besar gampang ngeliatnya. Berarti orang saya ada yang terlibat, nanti kita liat,” tutur Purbaya.

Sebelumnya Kemenkeu telah menemukan  penyelewengan pembayaran pajak juga dilakukan perusahaan baja asal China. Hal ini dilakukan melalui modus dengan cara pengusaha tersebut mendirikan perusahaan di Indonesia dan memakai identitas sebagai penduduk asli Indonesia. Imbasnya transaksi dari perusahaan tersebut tidak dikenakan PPN.

Dari kajian yang dilakukan bila transaksi tersebut terserap sepenuhnya maka pemerintah dapat mendapatkan penerimaan sebesar Rp4 triliun per tahun dari satu perusahaan. Bila penyelewengan dapat diatasi maka jumlah penerimaan negara yang diterima dapat lebih besar.

Adapun target penerimaan pajak tahun 2026 adalah Rp2.357,7 triliun. Target ini lebih tinggi 22,95% dari realisasi penerimaan pajak tahun 2025 yang sebesar Rp1.917,6 triliun. Kenaikan target penerimaan pajak dalam jumlah besar ini dikhawatirkan malah akan menghambat kinerja dunia usaha dan berujung pada pelemahan pertumbuhan ekonomi.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 21 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 33 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 34 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 58 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia