Minggu, 5 April 2026

Juda Agung: Defisit APBN di Bawah 3% Adalah Harga Mati!

Penulis : Addin Anugrah Siwi
10 Feb 2026 | 17:38 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung dalam forum CNBC Economic Outlook 2026 di Jakarta pada Selasa (10/2/2026). (Dok. Kemenkeu)
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung dalam forum CNBC Economic Outlook 2026 di Jakarta pada Selasa (10/2/2026). (Dok. Kemenkeu)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah merespons cepat sorotan lembaga pemeringkat internasional Moody’s dan S&P Global terkait risiko fiskal Indonesia. Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada di bawah ambang batas 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Oh iya, kami jaga 3% itu harga mati lah. Enggak (akan melebihi),” tegas Juda dalam wawancara cegat di Hotel Kempinski Indonesia, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk perbaikan tata kelola fiskal setelah Moody’s memberikan catatan terhadap risiko pengelolaan keuangan negara. Juda menyebut pemerintah sedang mengevaluasi kebijakan agar lebih kredibel di mata investor global.

Lesson learned dari Moody's kemarin, ini harus kami perbaiki semua. Baik itu terkait tata kelola, kebijakan, maupun risiko-risiko yang lain,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Terkait rasio utang pemerintah yang menyentuh 40,08% terhadap PDB pada akhir 2025, Juda memastikan angka tersebut masih dalam batas aman. Meskipun secara internal dipatok pada kisaran 40%, angka ini masih jauh di bawah batas maksimal 60% yang diatur dalam UU Keuangan Negara.

Selain disiplin fiskal, pemerintah berencana melakukan akselerasi belanja negara pada Kuartal I-2026 untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Juda optimistis intervensi melalui percepatan belanja, termasuk program perlindungan sosial (bansos), dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke angka 5,6%.

Baseline kita 5,5%. Kita akan dorong ke 5,6% dengan beberapa pengeluaran pemerintah yang memang bisa segera dilakukan di kuartal pertama tahun ini,” tambah Juda.

Sebagai informasi, realisasi defisit APBN pada akhir 2025 tercatat sebesar 2,92% terhadap PDB atau setara Rp 695,1 triliun. Angka tersebut melampaui target awal 2,53%, namun tetap berada di bawah batas konstitusi 3%. Untuk tahun 2026, pemerintah mematok target defisit yang lebih konservatif di level 2,68% terhadap PDB guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

S&P Global Ratings mempertahankan prospek (outlook) utang Indonesia pada level stabil per Jumat (6/2/2026). Meski demikian, S&P memberikan peringatan keras mengenai risiko pelemahan fiskal yang berpotensi menyeret turun peringkat kredit Indonesia di masa depan.

Pernyataan S&P itu menyusul Moody’s Investors Service, yang sebelumnya menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari "Stabil" menjadi "Negatif" pada Kamis (5/2/2026). Langkah Moody’s itu dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas kebijakan fiskal dan tata kelola di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 56 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 1 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 1 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia