Kadin: Konsumsi Imlek dan Ramadan akan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,5%
JAKARTA, investor.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,5% pada kuartal I-2026 dapat tercapai. Keyakinan ini didorong oleh kuatnya perputaran uang selama rangkaian libur Imlek yang akan berlanjut ke momentum Ramadan dan Idulfitri.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengungkapkan bahwa potensi perputaran uang selama perayaan Imlek 2026 saja diperkirakan menembus Rp 9 triliun. Arus belanja ini dinilai sebagai pembuka tren konsumsi rumah tangga yang merupakan kontributor utama PDB nasional.
“Perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek tahun ini akan mengerek konsumsi rumah tangga yang akan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Sarman dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).
Menurut Sarman, penetapan libur Imlek pada 16–17 Februari 2026 memicu mobilitas masyarakat secara masif. Momentum ini tidak hanya dirayakan oleh warga keturunan Tionghoa, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat luas untuk berwisata dan kuliner menjelang masuknya bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Data transportasi menunjukkan lonjakan signifikan:
- Udara: Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai 1,74 juta orang.
- Kereta Api: Penumpang kereta api reguler hampir menembus 1 juta orang, sementara penumpang kereta cepat Whoosh naik 25% menjadi 25.000 orang.
- Darat: Jasa Marga memproyeksikan 1,6 juta kendaraan bergerak, dengan 831.000 kendaraan meninggalkan Jabodetabek.
Lonjakan mobilitas ini memberikan dampak berantai pada sektor pariwisata, ritel, pusat perbelanjaan, hingga UMKM. Permintaan komoditas khas Imlek seperti buah-buahan dan makanan tradisional bahkan tercatat meningkat hingga 30%.
Sarman menegaskan bahwa capaian pada periode Imlek hanyalah permulaan. Secara historis, puncak konsumsi rumah tangga nasional terjadi pada saat Ramadan dan Idulfitri.
Baca Juga:
Membidik Cuan di Momen Ramadan“Target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,5% optimistis bisa tercapai karena setelah Imlek akan berlanjut Ramadan dan Idulfitri. Momentum tersebut merupakan perputaran uang terbesar dan puncak konsumsi rumah tangga di Indonesia,” tegas Sarman.
Dengan fondasi konsumsi yang kuat di awal tahun, Kadin yakin target pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026 di rentang 5,4–5,6% tetap berada dalam jalur yang tepat.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






