Sabtu, 4 April 2026

Kadin: Konsumsi Imlek dan Ramadan akan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,5%

Penulis : Addin Anugrah Siwi
17 Feb 2026 | 16:44 WIB
BAGIKAN
Warga keturunan Tionghoa menyalakkan dupa di Klenteng Dewi Kwan Im, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (16/2/2026). (ANTARA FOTO/Angga Palguna)
Warga keturunan Tionghoa menyalakkan dupa di Klenteng Dewi Kwan Im, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (16/2/2026). (ANTARA FOTO/Angga Palguna)

JAKARTA, investor.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,5% pada kuartal I-2026 dapat tercapai. Keyakinan ini didorong oleh kuatnya perputaran uang selama rangkaian libur Imlek yang akan berlanjut ke momentum Ramadan dan Idulfitri.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengungkapkan bahwa potensi perputaran uang selama perayaan Imlek 2026 saja diperkirakan menembus Rp 9 triliun. Arus belanja ini dinilai sebagai pembuka tren konsumsi rumah tangga yang merupakan kontributor utama PDB nasional.

“Perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek tahun ini akan mengerek konsumsi rumah tangga yang akan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Sarman dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).

Menurut Sarman, penetapan libur Imlek pada 16–17 Februari 2026 memicu mobilitas masyarakat secara masif. Momentum ini tidak hanya dirayakan oleh warga keturunan Tionghoa, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat luas untuk berwisata dan kuliner menjelang masuknya bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Advertisement

Data transportasi menunjukkan lonjakan signifikan:

  • Udara: Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai 1,74 juta orang.
  • Kereta Api: Penumpang kereta api reguler hampir menembus 1 juta orang, sementara penumpang kereta cepat Whoosh naik 25% menjadi 25.000 orang.
  • Darat: Jasa Marga memproyeksikan 1,6 juta kendaraan bergerak, dengan 831.000 kendaraan meninggalkan Jabodetabek.

Lonjakan mobilitas ini memberikan dampak berantai pada sektor pariwisata, ritel, pusat perbelanjaan, hingga UMKM. Permintaan komoditas khas Imlek seperti buah-buahan dan makanan tradisional bahkan tercatat meningkat hingga 30%.

Sarman menegaskan bahwa capaian pada periode Imlek hanyalah permulaan. Secara historis, puncak konsumsi rumah tangga nasional terjadi pada saat Ramadan dan Idulfitri.

“Target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,5% optimistis bisa tercapai karena setelah Imlek akan berlanjut Ramadan dan Idulfitri. Momentum tersebut merupakan perputaran uang terbesar dan puncak konsumsi rumah tangga di Indonesia,” tegas Sarman.

Dengan fondasi konsumsi yang kuat di awal tahun, Kadin yakin target pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026 di rentang 5,4–5,6% tetap berada dalam jalur yang tepat.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 23 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 25 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 39 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 47 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia