Minggu, 21 Juni 2026

IMF Pantau Dampak Perang AS-Israel vs Iran pada Ekonomi Global

Penulis : Natasha Khairunisa
5 Mar 2026 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. (Foto: Shannon Finney/ CNBC)
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. (Foto: Shannon Finney/ CNBC)

JAKARTA, investor.id - Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan tengah memantau dampak dari perang antara Amerika Serikat, Israel, dengan Iran terhadap ekonomi global.

Dikutip dari China Daily, Kamis (5/3/2026) Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva mengatakan bahwa pihaknya sedang mengamati perkembangan konflik di Timur Tengah dengan cermat, serta menilai dan mengukur dampaknya terhadap perekonomian regional dan global.

Georgiva pun mengakui ketahanan ekonomi global kembali diuji menyusul pecahnya konflik tersebut.

ADVERTISEMENT

"Konflik ini, jika terbukti lebih berkepanjangan, berpotensi memengaruhi harga energi global, sentimen pasar, pertumbuhan, dan inflasi, sehingga memberikan tuntutan baru pada para pembuat kebijakan," ujar Georgieva pada Konferensi Asia di Tahun 2050 di Bangkok, Thailand.

Namun ia menilai ketidakpastian pada ekonomi merupakan kenormalan baru, memperingatkan bahwa guncangan global dalam berbagai bentuk dan ukuran akan terus datang.

Sebelumnya, Pejabat Federal Reserve (The Fed) mengingatkan bahwa konflik di Timur Tengah telah meningkatkan ketidakpastian terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat.

"Mengenai prospek, saya memiliki banyak kepercayaan diri hingga beberapa hari yang lalu, (sebelum serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pecah)," kata Kashkari, dikutip dari Yahoo! Finance.

Kashkari, yang memiliki peran pemungutan suara di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengatakan bahwa ia memasuki tahun 2026 dengan harapan tekanan inflasi akan menurun sehingga membuka jalan untuk satu kali penurunan suku bunga.

"Namun kita perlu melihat dengan guncangan baru yang berpotensi menghantam ekonomi global, tidak diketahui pasti berapa lama dan seberapa besar efeknya," ungkapnya dalam sebuah acara yang diadakan oleh Bloomberg di New York.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia