Minggu, 21 Juni 2026

IEA, IMF dan Bank Dunia Bentuk Satgas Penanganan Ekonomi Terdampak Perang di Iran

Penulis : Natasha Khairunisa
2 Apr 2026 | 10:51 WIB
BAGIKAN
Tangkapan layar - serangan Israel ke Isfahan, Iran. (Sumber: AP)
Tangkapan layar - serangan Israel ke Isfahan, Iran. (Sumber: AP)

JAKARTA, investor.id - Badan Energi Internasional (IEA), Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia mengungkapkan akan membentuk kelompok koordinasi untuk memaksimalkan respons mereka terhadap dampak ekonomi akibat perang di Timur Tengah.

Dalam pernyataan bersama, ketiga badan global tersebut menyoroti gangguan yang disebabkan oleh dampak perang di Timur Tengah dan memicu salah satu kekurangan pasokan terbesar dalam sejarah pasar energi global.

"Pada saat-saat ketidakpastian yang tinggi ini, sangat penting bagi lembaga-lembaga kita untuk bergabung guna memantau perkembangan, menyelaraskan analisis, dan mengoordinasikan dukungan kepada para pembuat kebijakan untuk mengatasi krisis ini," demikian pernyataan bersama para kepala IMF, IEA, dan Bank Dunia, dikutip dari Kitco News, Kamis (2/4/2026).

ADVERTISEMENT

Kelompok koordinasi ini akan menilai tingkat keparahan dampak ekonomi di berbagai negara, mengoordinasikan mekanisme respons, dan memobilisasi para pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan kepada negara-negara yang membutuhkan, kata badan-badan tersebut.

Mekanisme respons mencakup saran kebijakan, penilaian kebutuhan pembiayaan potensial dan penyediaan dukungan keuangan terkait, termasuk melalui pembiayaan rendah atau nol persen, serta alat mitigasi risiko.

"Dampaknya substansial, global, dan sangat asimetris, secara tidak proporsional memengaruhi importir energi, khususnya negara-negara berpenghasilan rendah," kata IMF, IEA, dan Bank Dunia.

Ketiga badan tersebut mencatat bahwa perang telah mengakibatkan kenaikan harga minyak, gas, dan pupuk, serta memicu kekhawatiran tentang harga pangan dan memengaruhi rantai pasokan global helium, fosfat, aluminium, dan komoditas lainnya. Sektor pariwisata juga terkena dampaknya.

"Volatilitas pasar yang dihasilkan, pelemahan mata uang di negara-negara berkembang, dan kekhawatiran tentang ekspektasi inflasi meningkatkan prospek kebijakan moneter yang lebih ketat dan pertumbuhan yang lebih lemah," kata mereka.

"Kami berkomitmen untuk bekerja sama guna menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan global, memperkuat keamanan energi, dan mendukung negara-negara dan masyarakat yang terkena dampak dalam perjalanan mereka menuju pemulihan, pertumbuhan, dan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan melalui reformasi," jelasnya.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 7 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia