IEA, IMF dan Bank Dunia Bentuk Satgas Penanganan Ekonomi Terdampak Perang di Iran
JAKARTA, investor.id - Badan Energi Internasional (IEA), Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia mengungkapkan akan membentuk kelompok koordinasi untuk memaksimalkan respons mereka terhadap dampak ekonomi akibat perang di Timur Tengah.
Dalam pernyataan bersama, ketiga badan global tersebut menyoroti gangguan yang disebabkan oleh dampak perang di Timur Tengah dan memicu salah satu kekurangan pasokan terbesar dalam sejarah pasar energi global.
"Pada saat-saat ketidakpastian yang tinggi ini, sangat penting bagi lembaga-lembaga kita untuk bergabung guna memantau perkembangan, menyelaraskan analisis, dan mengoordinasikan dukungan kepada para pembuat kebijakan untuk mengatasi krisis ini," demikian pernyataan bersama para kepala IMF, IEA, dan Bank Dunia, dikutip dari Kitco News, Kamis (2/4/2026).
Kelompok koordinasi ini akan menilai tingkat keparahan dampak ekonomi di berbagai negara, mengoordinasikan mekanisme respons, dan memobilisasi para pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan kepada negara-negara yang membutuhkan, kata badan-badan tersebut.
Mekanisme respons mencakup saran kebijakan, penilaian kebutuhan pembiayaan potensial dan penyediaan dukungan keuangan terkait, termasuk melalui pembiayaan rendah atau nol persen, serta alat mitigasi risiko.
"Dampaknya substansial, global, dan sangat asimetris, secara tidak proporsional memengaruhi importir energi, khususnya negara-negara berpenghasilan rendah," kata IMF, IEA, dan Bank Dunia.
Ketiga badan tersebut mencatat bahwa perang telah mengakibatkan kenaikan harga minyak, gas, dan pupuk, serta memicu kekhawatiran tentang harga pangan dan memengaruhi rantai pasokan global helium, fosfat, aluminium, dan komoditas lainnya. Sektor pariwisata juga terkena dampaknya.
"Volatilitas pasar yang dihasilkan, pelemahan mata uang di negara-negara berkembang, dan kekhawatiran tentang ekspektasi inflasi meningkatkan prospek kebijakan moneter yang lebih ketat dan pertumbuhan yang lebih lemah," kata mereka.
Baca Juga:
Perang Goyang Kinerja Ekspor"Kami berkomitmen untuk bekerja sama guna menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan global, memperkuat keamanan energi, dan mendukung negara-negara dan masyarakat yang terkena dampak dalam perjalanan mereka menuju pemulihan, pertumbuhan, dan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan melalui reformasi," jelasnya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






