Minggu, 21 Juni 2026

Giliran Airlangga Respons Penurunan Prospek Ekonomi RI dari Bank Dunia

Penulis : Addin Anugrah Siwi / Bambang Ismoyo
9 Apr 2026 | 18:54 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (9/4/2026). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (9/4/2026). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons laporan Bank Dunia (World Bank) yang merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada tahun 2026. Airlangga menilai angka tersebut masih tergolong kuat karena berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global yang diprediksi sebesar 3,4%.

Menko Airlangga menjelaskan bahwa koreksi proyeksi oleh lembaga internasional tidak lepas dari tingginya ketidakpastian global, terutama akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Namun, pemerintah tetap optimis fundamental ekonomi domestik mampu menghadapi tekanan tersebut.

“Memang saat ini banyak negara mengalami penyesuaian proyeksi akibat situasi perang dan tekanan global. Namun angka 4,7% itu masih berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global 3,4%,” ungkap Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa realisasi kinerja ekonomi nasional sering kali melampaui prediksi lembaga asing. Airlangga kini memilih fokus menunggu data realisasi pertumbuhan kuartal pertama 2026 sebagai indikator yang lebih konkret.

“Proyeksi itu kan berdasarkan perhitungan mereka sendiri. Tapi dalam banyak kasus, realisasi ekonomi Indonesia sering kali justru lebih baik dari prediksi,” pungkasnya.

Senada dengan Airlangga namun dengan nada lebih tegas, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik keras terhadap perhitungan Bank Dunia. Purbaya menilai angka prospek sebesar 4,7% sangat keliru mengingat indikator ekonomi pada triwulan I-2026 justru menunjukkan tren penguatan di level 5,5% hingga 5,6%.

Giliran Airlangga Respons Penurunan Prospek Ekonomi RI dari Bank Dunia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Ilustrasi: Investor Daily/Datasatu.com)

“Berarti World Bank menghitung kita mau resesi, turun ke bawah sekali. Saya pikir World Bank salah hitung,” ujar Purbaya.

Purbaya menduga Bank Dunia terlalu terfokus pada asumsi lonjakan harga minyak dunia. Ia menegaskan akan menunggu permintaan maaf dari lembaga tersebut jika nantinya mereka merevisi angka proyeksi saat harga komoditas kembali normal.

“Kalau sebulan dari sini harga minyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan ubah prediksinya. Dia sudah melakukan dosa besar, dia menimbulkan sentimen negatif ke kita. Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal, kalau dia ubah prediksi ekonominya lagi,” tegas Menkeu Purbaya.

Menurut Menkeu, Bank Dunia belum memperhitungkan strategi fiskal dan kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang sedang dioptimalkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

“Mungkin World Bank belum tahu jurus-jurus Asia saya, jurus-jurus Asia Pak Prabowo. Yang jelas kalau di angka saya sih sudah membaik dan kita akan jaga terus,” sindirnya.

Sebelumnya, Bank Dunia melalui laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 resmi memangkas proyeksi pertumbuhan RI dari sebelumnya 4,8% menjadi 4,7% akibat tekanan eksternal dan sikap hati-hati investor global.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia