KEK ETKI Banten Targetkan Investasi Rp 18,8 Triliun
JAKARTA, investor.id – Pemerintah memproyeksikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten mampu menarik investasi hingga Rp 18,8 triliun dalam kurun waktu 20 tahun. Kawasan ini juga ditargetkan menciptakan 13.446 lapangan kerja serta menghasilkan devisa sebesar Rp4,2 triliun pada lima tahun pertama operasionalnya.
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menyatakan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan sektor kesehatan. Ke depan, KEK ETKI Banten diproyeksikan akan terus berkembang sebagai pusat layanan dan inovasi kesehatan berstandar internasional.
“Saat ini, sektor kesehatan tidak lagi hanya dipandang sebagai layanan publik saja, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama ketika terintegrasi dengan teknologi dan pendidikan,” ujar Edwin dalam keterangan resminya, Minggu (12/4/2026).
Sejak ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 dan mulai beroperasi pada November 2025, KEK ETKI Banten telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 1,9 triliun hingga Desember 2025. Saat ini, tercatat sudah ada 14 pelaku usaha yang bergabung dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 836 orang.
Sebagai langkah nyata pengembangan infrastruktur, PT Surya Inter Wisesa (anak usaha Sinar Mas Land) baru saja melakukan topping off Gedung Medical Suites pada Jumat (10/4/2026). Gedung ini dirancang untuk mendukung riset, pendidikan medis, serta praktik kesehatan unggulan.
Gedung ini dirancang dengan konsep bangunan berkelanjutan (sustainable building) dan berdiri di atas lahan seluas 9.300 m² dengan total luas bangunan mencapai 19.800 m². Bangunan ini terdiri atas dua tower, masing-masing setinggi enam lantai, dengan progres pembangunan yang hingga saat ini telah mencapai 59,57%.
CEO Commercial BSD Sinar Mas Land, Anna Budiman menjelaskan bahwa pengembangan gedung ini turut memperhatikan kebutuhan layanan kesehatan modern dengan standar keselamatan yang tinggi.
“Gedung ini dirancang untuk mendukung layanan kesehatan modern, dengan daya dukung lantai hingga 1 ton per meter persegi, memenuhi standar biosafety level 2, serta dilengkapi fasilitas seperti hazardous waste room dan non-toxic waste room sebagai bentuk komitmen kami terhadap keselamatan dan keberlanjutan operasional,” ujar Anna.
Kombinasi fitur tersebut memastikan Medical Suites mampu mendukung kebutuhan beragam penyedia layanan kesehatan, penelitian, hingga pusat inovasi medis secara andal dan berstandar internasional.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menyampaikan bahwa kehadiran Gedung Medical Suites menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing kawasan. Dalam hal ini dapat menarik investasi di sektor kesehatan dengan harapan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapannya, setelah topping off ini, segera dilakukan operasional sehingga dapat memberikan kemanfaatan yang besar bagi masyarakat luas, serta mendorong peningkatan derajat kesehatan, baik bagi seluruh masyarakat Provinsi Banten pada khususnya maupun Indonesia pada umumnya,” jelas Ati.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






