Yakinkan Investor AS, Purbaya: Ekonomi RI Bisa Tumbuh Cepat Tanpa Boros Anggaran
WASHINGTON DC, investor.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Indonesia tetap menjalankan pengelolaan keuangan negara dengan penuh kehati-hatian meski tengah memacu pertumbuhan ekonomi. Di hadapan 18 investor global di Washington DC, AS, Purbaya menegaskan bahwa akselerasi ekonomi nasional tidak akan mengorbankan disiplin fiskal.
Dalam pertemuan yang dihadiri raksasa manajer investasi seperti Fidelity, Goldman Sachs Asset Management (GSAM), Eaton Vance, dan MFS Investment Management pada Selasa (14/4/2026), para investor menyoroti komitmen pemerintah Indonesia dalam menjaga defisit fiskal di tengah target pertumbuhan yang ambisius.
“Jadi kami sudah jelaskan ke mereka dengan detail dan komprehensif apa yang kita lakukan. Mereka suka sekali dengan jelasan kita bahwa kita akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tanpa mengorbankan kehati-hatian kebijakan fiskal, itu yang mereka pegang,” ucap Menkeu Purbaya dalam pernyataan resmi yang diterima pada Rabu (15/4/2026).
Purbaya mengakui, selama ini investor sempat meragukan kemampuan Indonesia menjaga anggaran tetap terkendali di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Oleh karena itu, dia memberikan penjelasan mendalam kepada para investor tentang kebijakan mengelola anggaran di Indonesia.
“Sepertinya selama ini mereka masih agak bingung dengan kebijakan kita, utamanya mereka bingung kenapa kita bisa tumbuh lebih cepat tetapi anggarannya tetap terkendali lalu kami jelaskan dengan gamblang,” terang Purbaya.
Setelah mendapat penjelasan yang menyeluruh, para investor menyatakan minat kuat untuk meningkatkan partisipasi di pasar modal Indonesia, baik di sektor fixed income maupun equity.
“Ada yang sebagian fixed income. Tetapi sepertinya sebagian juga dari equity. Jadi harusnya ini kan financial sector, ya, bukan FDI (Foreign Direct Investment). Jadi seharusnya sih gak lama lagi akan masuk ke Indonesia. Dan akan mendorong pasar modal Indonesia ke level yang lebih tinggi lagi,” terang Purbaya.
Pada hari yang sama, Menkeu juga bertemu dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva. Menanggapi kekhawatiran IMF terkait risiko geopolitik dan harga energi, Purbaya menegaskan Indonesia memiliki bantalan anggaran (fiscal buffer) yang sangat solid melalui Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun.
Menurutnya, penyesuaian kebijakan yang dilakukan pemerintah sejak akhir tahun lalu telah terbukti efektif menyerap tekanan eksternal (shock), termasuk fluktuasi harga minyak mentah.
“IMF melihat kondisi ekonomi Indonesia secara positif. Kita kuat dan tidak membutuhkan dukungan pendanaan darurat,” pungkas Purbaya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






