Airlangga: Ekonomi Indonesia Tangguh, Disokong Kinerja Konsumsi dan Investasi
JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan resiliensi ekonomi nasional tetap tangguh meski dihantam turbulensi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 mampu mencapai angka 5,5%, yang didorong oleh kuatnya konsumsi domestik dan percepatan belanja negara.
Airlangga mengungkapkan bahwa gangguan rantai pasok minyak akibat ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Selat Hormuz masih menjadi tantangan utama. Fluktuasi harga minyak mentah dunia yang terjadi secara mingguan terus dipantau secara mikro agar tidak mengganggu stabilitas dalam negeri.
“Kita ketahui bahwa perang di Selat Hormuz belum selesai, masih dalam situasi yang perlu dimonitor secara mikro. Karena fluktuasi harga minyak juga naik turun secara mingguan,” ucap Airlangga dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan I-2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Meskipun terdapat tekanan eksternal, Airlangga optimis tren positif akan terjaga. Pertumbuhan pada kuartal pertama tahun ini disokong oleh tingginya konsumsi rumah tangga, penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), serta akselerasi stimulus fiskal yang mencapai Rp 809 triliun.
“Kami memprediksi bahwa pertumbuhan di kuartal pertama secara fundamental relatif baik, dan angkanya kalau tidak ada protes ya lebih besar sama dengan 5,5%,” terang Airlangga.
Optimisme ini diprediksi berlanjut hingga triwulan II dan III-2026. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan pengungkit, seperti pembayaran gaji ke-13 untuk ASN dan TNI/Polri pada Juni mendatang serta keberlanjutan program jaring pengaman sosial (social safety net) untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Tentu kami akan mencari berbagai hal yang bisa menopang pertumbuhan kembali,” beber Airlangga.
Selain konsumsi, sektor investasi menjadi tumpuan utama sebagai mesin pertumbuhan. Pemerintah mematok target realisasi investasi tahun 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
“Tentunya ini sebuah angka yang tidak kecil, ini langkah yang perlu terus dijaga secara bersama, karena ini adalah pengungkit perekonomian. Kita ingin mencapai target untuk pertumbuhan di tahun ini minimal 5,4%, walaupun dalam situasi global yang penuh ketidakpastian,” pungkas Airlangga.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






