Ramai Isu APBN Bertahan Tiga Bulan, Menkeu: Tidak Benar
JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras kabar yang menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya mampu bertahan selama tiga bulan. Ia memastikan kondisi fiskal tetap terjaga dan isu tersebut hanyalah persepsi negatif yang tidak berdasar pada realitas di lapangan.
Purbaya menyebut isu tersebut sebagai bagian dari "noise" yang sempat berkembang untuk menggambarkan kondisi ekonomi seolah sedang menuju keterpurukan. Pemerintah kini telah merapikan komunikasi internal guna memastikan informasi yang sampai ke publik tetap akurat.
“Mereka bilang tiga bulan waktu itu, kan berarti dua bulan lagi, Juni, Juli. Tapi keadaannya gak seperti itu,” ujar Purbaya di Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Menkeu Purbaya juga memberikan kepastian terkait kebijakan pajak. Ia menegaskan bahwa rencana pengenaan pajak baru, seperti pajak orang kaya hingga PPN untuk jalan tol, tidak lagi menjadi agenda pemerintah. Fokus kementerian saat ini dialihkan sepenuhnya pada optimalisasi sistem perpajakan yang ada.
“Pajak sudah gak ada lagi. Pajak orang kaya, pajak PPN untuk jalan tol, dan lain-lain itu gak ada. Kalau mereka melihat rencana strategis, rencana strategis kalau saya bilang gak ada. Kenapa? Lebih baik saya rapikan yang ada sekarang. Dan kurangi kebocorannya semaksimal mungkin,” ujarnya.
Purbaya mengakui bahwa sentimen negatif sebelumnya sempat muncul akibat kurangnya koordinasi komunikasi internal. Namun, ia memastikan sistem pelaporan di Kementerian Keuangan kini telah diperkuat agar setiap persoalan strategis dapat ditangani secara responsif oleh pimpinan.
“Ini mereka waktu itu belum komunikasi dengan saya. Sekarang sudah dirapikan. Jadi saya akan hilangkan noise semaksimal mungkin dari Kementerian Keuangan,” katanya.
Di tengah terjangan isu miring, Purbaya mengingatkan bahwa lembaga keuangan internasional masih memberikan rapor positif terhadap performa ekonomi Indonesia.
“Jadi banyak noise yang membuat menimbulkan sentimen negatif di mana-mana. Ini padahal lembaga dunia bilang, orang menangkap kita dengan miring kan? Padahal lembaga dunia yang paling canggih sudah bilang bagus. JPMorgan, ADB, S&P juga gak komplain banyak. Dia hanya nanya,” pungkasnya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






