Belanja Negara Dikebut, Wamenkeu Pede Ekonomi Tumbuh 5,5% pada Triwulan I-2026
JAKARTA, investor.id – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, mengungkapkan bahwa realisasi belanja negara pada kuartal I-2026 tumbuh pesat sebesar 31,4% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 815 triliun. Percepatan konsumsi pemerintah ini diyakini menjadi motor pendorong pertumbuhan ekonomi Januari-Maret 2026 yang diproyeksikan menyentuh angka 5,5%.
Hingga akhir Maret 2026, serapan belanja negara telah mencapai 21,2% dari pagu APBN. Performa ini jauh lebih impresif dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya terserap 17,1% dengan pertumbuhan tipis 1,4%. Perbandingan yang cukup kontras ini yang dipercaya akan mendorong ekonomi tumbuh tinggi sejak awal tahun.
“Di triwulan I ini, belanja itu sudah mencapai 21,2% dari APBN. Bandingkan dengan tahun lalu, di mana itu belanja hanya 17,1% dan growth-nya hanya 1,4%,” ujar Juda dalam agenda Kick Off Pinisi di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Secara terperinci hingga Maret 2026, belanja pemerintah pusat menyumbang Rp 610,3 triliun atau tumbuh signifikan 47,7% secara tahunan. Sementara itu, dana Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi sebesar Rp 204,8 triliun atau 29,5% dari target APBN.
Dari sisi pendapatan, negara mengantongi Rp 574,9 triliun atau tumbuh 10,5% yoy. Penerimaan perpajakan menjadi motor utama dengan capaian Rp 462,7 triliun, tumbuh 20,7% yoy. Secara khusus, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) melonjak 57,7% yoy menjadi Rp 155,6 triliun, menandakan geliat konsumsi dan transaksi dunia usaha yang kuat.
Dengan postur tersebut, defisit APBN pada kuartal I-2026 meningkat namun tetap terkendali di angka Rp 240,1 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Meski indikator domestik menunjukkan indikasi positif, Juda mengakui adanya sedikit pelemahan ekspektasi ekonomi pada Maret 2026 akibat eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Namun, data Mandiri Spending Index (MSI) yang tetap kuat pada sektor konsumsi dan elektronik menjaga optimisme pemerintah.
“Kami optimistis triwulan I akan tumbuh 5,5%, didukung oleh peningkatan PPN dan PPnBM yang cukup signifikan serta ekspektasi konsumen yang masih kuat,” jelas Juda.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






