Grup Rajawali Lepas 21% Saham Nusantara Infrastruktur Rp 864 Miliar
JAKARTA – Grup Rajawali melalui PT Hijau Makmur Sejahtera melepas kepemilikan sebanyak 21% sahamnya di PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) kepada PT Matahari Kapital Indonesia (MKI). Saham tersebut dijual pada harga Rp 270 per unit, sehingga nilai penjualannya mencapai Rp 864 miliar.
Managing Director PT Rajawali Corpora Satrio Tjai mengatakan, pelepasan sebanyak 3,2 miliar saham META tersebut dilaksanakan pada Jumat (8/9). Betindak sebagai broker pembeli BCA Sekuritas dan broker penjual Credit Suisse Securities.
Dia menambahkan, pelepasan saham milik Grup Rajawali itu dilakukan pada waktu yang tepat, ketika pemerintah sedang mempercepat pembangunan sektor infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan akses infrastruktur kepada masyarakat.
“Keputusan pelepasan saham Nusantara Infrastructure ini bagian dari aksi shareholders dengan pertimbangan Grup Rajawali hanya bertindak sebagai pemegang minoritas saham META,” tulisny dalam siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Selasa (12/9).
Meskipun sudah melepas kepemilikan saham di Nusantara Infrasture, menurut dia, Grup Rajawali tetap membuka peluang untuk berinvestasi di sektor infrastruktur. “Kami akan terus mengembangkan peluang usaha yang memenuhi kriteria bisnis Grup Rajawali yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan stakeholders,” katanya.
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sebelumnya sempat menyatakan minat untuk membeli mayoritas saham META. Sekretaris Perusahaan PT Citra Marga Nusantara Persada, induk usaha CMNP, sebelumnya mengatakan, CMNP tertari membeli saham META, apabila bersedia melepas pada kisaran harga Rp 200 per saham.
Ketertarikan CMNP untuk mengakuisisi mayoritas saham Nusantara Infrastructure didukung atas keinginan untuk menopang pertumbuhan kinerja keuangan secara anorganik dalam jangka panjang. Akuisisi juga sebagai upaya untuk menambah kepemilikan ruas tol dalam jangka panjang.
Rajawali Corpora merupakan holding investasi terkemuka yang didirikan pada 1984 berbasis di Jakarta. Perseroan disebut telah berkembang menjadi pemain regional dengan track record dan pengalaman bisnis yang terbukti menjadi penting. Perusahaan memiliki sejumlah portofolio dari berbagai bisnis, seperti pertanian, infrastruktur, informasi, komunikasi & teknologi, mdia broadcast, pertambangan dan sumber daya, property dan hotel, serta jasa ritel dan transportasi. (hut)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

