Jumat, 15 Mei 2026

Indika Energy Naikkan Produksi Batu Bara 10%

Penulis : Oleh Devie Kania
5 Jul 2018 | 14:48 WIB
BAGIKAN

JAKARTA – PT Indika Energy Tbk berniat menaikkan produksi batu bara tahun ini sebesar 10% menjadi sekitar 37,4 juta metrik ton (MT) dari taget awal 34 juta MT. Keputusan itu diambil perseroan jika harga batu bara terus membaik dan permintaan meningkat.


Menurut Direktur Utama Indika Energy Arsjad Rasjid, emiten bersadi saham INDY itu memiliki kapasitas produksi batu bara sangat besar, yakni sekitar 50 juta MT. “Dengan demikian, perseroan masih mampu menggenjot produksi lebih tinggi dari target awal,” ujar Arsjad di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (4/7).

ADVERTISEMENT


Opsi kenaikan produksi, kata dia, dapat dipenuhi dari batu bara berkalori tinggi maupun rendah. “Namun kami masih perlu memantau perkembangan demand dan harga pada semester II ini. Kami tidak mungkin menaikkan produksi jika nanti menyebabkan kelebihan supply,” tutur dia.


Arsjad menjelaskan, Indika Energy yang kemarin merayakan 10 tahun pencatatan sahamnya di BEI, sempat mengalihkan beberapa potensi produksinya pada 2017 untuk dijual pada 2018. Itu karena perseroan yakin harga jual batu bara tahun ini lebih baik.



Arsjad Rasjid menambahkan, peluang peningkatan produksi batu bara Indika dari 34 juta MT menjadi 37,4 juta MT di luar kewajiban alokasi minimal penjualan batu bara untuk pasar domestik (domestic market obligation/DMO). Untuk DMO, Indika Energy secara konsolidasi sudah mampu memenuhi regulasi tersebut.


Bila rencana peningkatan produksi itu direalisasikan, tambahannya akan berasal dari PT Multi Tambangjaya Utama (Mutu) dan PT Kideco Jaya Agung (Kideco),” papar dia.


Saat ini, menurut Arsjad, Mutu memproduksi batu bara berkalori tinggi sekitar 6.500 kilocalories (Kcal). Sedangkan Kideco menghasilkan batu bara dengan kalori 4.200-4.500 Kcal, atau termasuk kalori rendah. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/alokasikan-belanja-modal-us-1423-juta/177473

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia