Kamis, 14 Mei 2026

Grup Salim Tambah Investasi di Nusantara Infrastructure

Penulis : Farid Firdaus
25 Sep 2019 | 13:27 WIB
BAGIKAN
Salah satu rest area di jalan tol. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana
Salah satu rest area di jalan tol. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

JAKARTA, investor.id – Metro Pacific Tollways Corp (MPTC) menambah kepemilikan sebanyak 24,98% saham pada perusahaan jalan tol, PT Margautama Nusantara, anak usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Nilai akuisisinya sebesar US$ 67 juta atau setara 3,44 miliar peso Filipina.

Metro Pacific Tollways merupakan anak usaha dari Metro Pacific Investments Corporation (MPIC). MPIC merupakan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Filipina (PSE). Adapun 41% saham MPIC dikendalikan oleh First Pacific Company Ltd, perusahaan investasi milik keluarga Salim.

Vice President Metro Pacific Investments Melody del Rosario mengatakan, MPTC menunjuk anak usahanya di Singapura yakni Metro Pacific Tollways Asia Corp Pte Ltd untuk mengakuisisi 100% saham CIIF Infrastructure Holdings Sdn Bhd dan CAIF III Infrastructure Holdings Sdn Bhd. Kedua perusahaan ini masing-masing memiliki 20% dan 4,98% saham Margautama Nusantara.

“Aksi akuisisi tidak langsung atas kepemilikan Margautama melalui CIIF dan CAIF III akan menjadi tambahan ekuitas tidak langsung MPTC di Margautama melalui PT Metro Pacific Tollways Indonesia,” kata dia dalam keterangan resmi di PSE, Rabu (25/9).

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, Metro Pacific Tollways Indonesia (MPTI) menguasai 75,89% saham Nusantara Infrastructure. Sementara Nusantara Infrastructure, sebelumnya telah menguasai 74,98% saham Margautama Nusantara. Dengan demikian, ekuitas MPTC dalam Margautama Nusantara setelah transaksi menjadi 100%.

Saat ini, Margautama Nusantara adalah perusahaan induk dari dua anak perusahaan, satu perusahaan asosiasi dan satu anak perusahaan tidak langsung dalam pengelolaan empat jalan tol.

Pertama, PT Bintaro Serpong Damai (BSD), pemegang konsesi jalan tol 7.25 km yang menghubungkan Serpong dan Pondok Aren, Jakarta. Ruas tol ini telah beroperasi sejak 2 Februari 1999. Margautama NUsantara memiliki 66,68% saham BSD.

Kedua, PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB), pengelola jalan tol sepanjang 9,7 km yang menghubungkan Kebon Jeruk, Jakarta Barat dengan Penjaringan, area Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Margautama Nusantara menggenggam 25% saham JLB.

Ketiga, PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), yang berbasis di Makassar, Sulawesi Selatan. BMN merupakan pemegang konsesi ruas jalan tol yang membentang sepanjang 5.95 km dan menghubungkan Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar dengan AP Pettarani Jalan tol BMN juga terhubung secara  strategis dengan jalan tol JTSE.  Margautama Nusantara mendekap 98,53% saham BMN.

Keempat, PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE). BMN menguasai 99,39% saham JTSE, yang merupakan pemegang konsesi ruas Jalan Tol Seksi Empat di Makassar. JTSE memiliki panjang 11.57 km dan terhubung dengan ruas jalan yang dioperasikan oleh BMN, mulai dari jembatan Tallo hingga simpang Mandai Makassar dan menyediakan akses ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Grup Salim

Seperti diketahui, awal mula Metro Pacific mengendalikan Nusantara Infrastructure adalah ketika MPTI mengakuisisi sebanyak 42,25% saham perseroan yang dimiliki PT Matahari Kapital Indonesia pada November 2017. Ketika itu, nilai transaksinya mencapai Rp 1,81 triliun.

Selanjutnya, secara bertahap MPTI terus menambah kepemilikan dalam Nusantara Infrastructure pada Juli 2018. Alhasil, saat itu kepemilikan MPTI naik menjadi 53,26%.

Pada Oktober 2018, kepemilikan MPTI dalam Nusantara Infrastructure naik drastis menjadi 77%. Peningkatan kepemilikan itu terjadi setelah MPTI melaksanakan penawaran tender wajib (mandatory tender offer) saham Nusantara Infrastructure.

Sebagai informasi, selain berinvestasi di Indonesia, Metro Pacific telah memiliki beberapa portofolio di luar negeri, seperti 29,5% saham Don Muang Tollways (DMT) yang merupakan operator jalan tol di Thailand. MPI juga menguasai 44,9% saham salah satu perusahaan tol di kota Ho Chi Minn, Vietnam.

Sedangkan induk Metro Pacific, yakni First Pacific yang tercatat di Bursa Efek Hong Kong memiliki investasi yang tersebar di Asia, seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Goodman Fielder Pty Ltd, Philex Mining Corporation, Pacificlight Power Pte Ltd, PLDT Inc, dan Roxas Holdings Inc. Komisaris Utama First Pacific adalah Anthoni Salim.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 33 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 42 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 59 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia