Sabtu, 4 April 2026

Grup ABM Raih Kontrak Rp 7,4 Triliun dari Golden Mines

Penulis : Farid Firdaus
17 Feb 2020 | 22:53 WIB
BAGIKAN
PT ABM Investama Tbk (ABMM). Foto: IST
PT ABM Investama Tbk (ABMM). Foto: IST

JAKARTA, investor.id – PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya, PT Cipta Kridatama, mengantongi kontrak jasa pertambangan batubara senilai Rp 7,4 triliun dari PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), perusahaan milik Grup Sinar Mas.

Sekretaris Perusahaan ABM Investama Rindra Donovan mengatakan, Cipta Kridatama menandatangani kesepakatan kontrak jasa pertambangan ini dengan empat anak usaha Golden Mines pada 14 Februari 2020. Empat perusahaan tersebut adalah PT Kuansing Inti Makmur, PT Karya Cemerlang Persada, PT Bungo Bara Utama, dan PT Bara Makmur, yang selanjutnya disebut Grup KIM.

“Penandatanganan kerja sama dengan nilai kontrak sekitar Rp 7,4 triliun untuk area tambang yang terletak di desa Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan,  Kabupaten Bungo, Jambi. Kontrak ini berlaku untuk periode sesuai dengan umur tambang,” kata dia dalam keterangan resmi, Senin (17/2).

Sesuai rencana, kontrak anyar ini juga memberikan tambahan pendapatan dari jasa penambangan di lokasi Grup KIM, pemindahan material, penyewaan alat berat dan pengangkutan batubara.

Sementara itu, ABM Investama sebelumnya mendapatkan fasilitas pinjaman senilai US$ 50 juta dari PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) pada Desember 2019. Fasilitas pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja perseroan.

Direktur Utama ABM Investama Andi Djajanegara mengatakan, pemberian fasilitas kredit ini menunjukkan kepercayaan perbankan dalam mendukung perseroan. "Selain itu, penandatanganan ini sekaligus menunjukkan komitmen ABM Investama untuk meningkatkan kinerja," ujar dia.

Ke depan, ABM Investama akan terus mengembangkan usahanya. Salah satunya adalah dengan menerapkan mining value chain (MVC) yang bisa meningkatkan bisnis perseroan, meskipun harga sumber energi termasuk batubara mengalami koreksi.

Salah satu pelaksanaan MVC adalah melalui penyertaan modal senilai US$ 60 juta ke PT Multi Harapan Utama (MHU). Perusahaan ini berlokasi di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur dan memiliki cadangan batu bara sebanyak 80 juta ton.

Melalui penyertaan modal tersebut, kontraktor pertambangam perseroan, yakni Cipta Kridatama mendapatkan kontrak penambangan jangka panjang dari MHU. Strategi tersebut juga membuka peluang bagi anak usaha ABM Investama yang lain, yakni PT Baruna Dirga Dharma (BDD) dan PT Prima Wiguna Parama (PWP).

Gudang Baru

ABM Investama melalui anak usahanya, PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics), meresmikan operasional gudang baru di kawasan hub logistik CKB di Surabaya pada Januari 2020.

Presiden Direktur CKB Logistics Iman Sjafei mengatakan perluasan gudang baru di Hub Logistik Surabaya ini merupakan bagian dari strategi perusahaan  dalam mengantisipasi pertumbuhan industri di Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur.

"Strategi kita ini seiring dengan rencana strategis pemerintah pusat yang mengarahkan fokus pembangunan infrastruktur dan kawasan industri ke wilayah Indonesia Timur,” katanya.

Menurut Iman, Jawa Timur dengan pertumbuhan bisnisnya sekarang merupakan wilayah yang sangat strategis bagi pengembangan bisnis perusahaan. Saat ini kontribusi fasilitas gudang di Surabaya terhadap total pendapatan sebesar 30%. Keberadaan Hub Logistik Surabaya masih terbesar kedua setelah Jakarta dengan okupansi sekitar 80%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 4 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 7 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 20 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 28 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia