Sabtu, 4 April 2026

Satria Mega Fokus pada Bisnis Hotel dan Kawasan Wisata

Penulis : Jauhari Mahardhika
23 Jul 2020 | 11:40 WIB
BAGIKAN
 Sotis Hotel. Foto: PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
Sotis Hotel. Foto: PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)

JAKARTA, investor.id – PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) melalui anak usahanya, PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW), akan terus mengembangkan perhotelan dari aset yang dimiliki oleh perseroan ke depannya. DMW bekerja sama dengan pemilik merek Sotis Hotel, yang merupakan operator dari tiga hotel yang dimiliki oleh perseroan, yaitu Sotis Hotel Falatehan Jakarta, Sotis Hotel Pejompongan Jakarta, dan Sotis Villa Canggu Bali.

Satria Mega Kencana merupakan perusahaan yang bergerak di bidang properti, kawasan pariwisata, dan aktivitas perusahaan holding. Selain menjalankan bisnis hotel melalui DMW, perseroan melalui anak usaha lainnya, yaitu PT Tanjung Karoso Permai (TKP), memiliki aset tanah dan akan mengoperasikan kawasan di Tanjung Karoso, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). TKP akan mewujudkan rencana strategis perseroan jangka waktu panjang dalam meningkatkan zona pariwisata di Tanjung Karoso.

Direktur Utama Satria Mega Kencana Stevano Adranacus mengatakan, tahun 2019 merupakan tahun pertama perseroan menjalankan kinerjanya sebagai perusahaan terbuka. Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Desember 2018.

Setelah itu, perseroan mengakuisisi Sotis Residence Penjernihan dengan tujuan menyatukan operasional unit hotel Sotis dan mempermudah perseroan dalam mengelola operasional hotel Sotis. “Sepanjang 2019, perseroan maupun entitas anak telah mengembangkan kepemilikan aset dan mulai melakukan beberapa proyek pembangunan pariwisata,” kata Stevano dalam paparan publik melalui video conference, Rabu (22/7).

Dia menegaskan, perseroan memulai konstruksi awal hotel di Canggu, Bali, yang merupakan pengembangan dari Sotis Villa Canggu Bali. Properti tersebut akan menjadi hotel bintang 3 dengan kapasitas 100 kamar yang akan menjadi satu dengan grup Sotis dan dikelola oleh Sotis Hotels.

Perseroan juga meneruskan finalisasi pengembangan properti di kawasan Tanjung Karoso. Dalam menunjang realisi visinya, perseroan telah berdiskusi dengan pemerintah setempat di Sumba Barat Daya atas pencanangan perseroan dalam mengurangi pembuangan sampah plastik dalam rangka mewujudkan Sumba menjadi tujuan pariwisata.

Lebih lanjut Stevano mengatakan, dampak pandemi Covid-19 membuat tingkat okupansi hotelnya hanya susut 5%. "Sebelum pandemi okupansi masih baik di 60%-70%, Maret dan April turun hingga 5% dan Mei-Juni ada perbaikan," ujarnya. Sebab itu, ia menilai hingga akhir tahun ini apabila tingkat okupansi menncapai 50% saja sudah baik.

Sementara itu, di lini kawasan pariwisata, dia mengatakan bahwa pada masa pemerintahan Joko Widodo, industri ini ditempatkan sebagai kendali utama perekonomian Indonesia. Pariwisata diyakini sebagai salah satu metode yang termurah dan tercepat dalam menambah cadangan devisa dalam rangka pertumbuhan ekonomi.

Perseroan juga percaya bahwa prospek industri real estat secara keseluruhan di Indonesia di masa mendatang akan stabil, dengan sektor akomodasi atau perhotelan menjadi pendorong utama industri ini. Perseroan berupaya untuk memantapkan posisinya dalam peta industri properti pada umumnya dan perhotelan pada khususnya di Indonesia.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Lifestyle 2 menit yang lalu

Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen 

Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.
International 44 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 54 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 1 jam yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 2 jam yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 2 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia