Jumat, 15 Mei 2026

Anak Usaha KAEF Jalin Kemitraan dengan Digital Mediatama Maxima

Penulis : Ghafur Fadillah
4 Jan 2021 | 22:03 WIB
BAGIKAN
Kimia Farma. Foto: IST
Kimia Farma. Foto: IST

JAKARTA, investor.id - PT Kimia Farma Apotek, anak usaha dari PT Kimia Farma Tbk (KAEF) baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk menggunakan solusi Cloud Advertising yang dikembangkan oleh PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX).

Direktur Utama PT Kimia Farma Apotek Nurtjahjo Walujo Wibowo menjelaskan, melalui kemitraan tersebut, pihaknya berharap dapat meningkatkan pengalaman pelanggan yang mengunjungi apotek-apotek milik anak usaha Kimia Farma, sehingga meningkatkan pendapatan masing-masing toko.

“Secara progresif, kami terus menjelajahi kemungkinan-kemungkinan kerja sama dengan Digital Mediatama Maxima dan mengintegrasikan keahlian mereka dalam proses kami sehari-hari,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (4/1).

Lebih lanjut, Direktur Digital Mediatama Maxima Budiasto Kusuma memaparkan, dalam kemitraan itu pihaknya akan memasang layar digital cloud advertising pada 1200 apotek milik Kimia Farma di seluruh Indonesia yang ditargetkan akan selesai pada kuartal pertama tahun ini.

ADVERTISEMENT

“Dengan solusi ini, Kimia Farma Apotek dapat melakukan eksekusi konten-konten pemasaran yang lebih menarik dengan cepat, tepat, cerdas dan terintegrasi. Selain itu, bisa menjadi pondasi awal untuk pengembangan komunikasi pemasaran via teknologi digital ke depan,” ujarnya.

Menurut Budiasto, dengan adanya kemitraan tersebut menjadi bukti bahwa solusi dalam bidang periklanan yang ditawarkan oleh perseroan tidak terbatas pada satu sektor bisnis konvensional saja. Seiring dengan inovasi yang terus perseroan lakukan dalam bisnis Advertising Exchange Hub, dia berharap dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar pada klien-klien menggunakan solusi dari perseroan

“Kami menghargai kesempatan bekerja sama dengan Kimia Farma Apotek sebagai klien dalam kategori Blue-Chip. Adapun kemitraan ini kami terjemahkan sebagai tambahan untuk 1.200+ layar Infrastructure-as-a-Service (IaaS) yang telah dibukukan pada periode 2021,” paparnya.

Sementara itu, hingga kuartal-III 2020, induk usaha Kimia Farma Apotek itu membukukan peningkatan penjualan neto 2,47% atau menjadi Rp 7,04 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun 2019 yakni Rp 6,87 triliun. Adapun laba usaha yang diperoleh sebesar Rp 504 miliar pada tahun lalu, dari semula Rp 429 miliar.

Peningkatan penjualan neto yang diperoleh perseroan tersebut diraih dari penjualan lokal, yakni pihak ketiga lokal sebesar Rp 5,92 triliun dan pihak berelasi Rp 950 miliar. Selain itu, juga didapat dari penjualan luar negeri, yakni garam kina sebanyak Rp 158 miliar, yodium dan derivat Rp 9 miliar, serta obat dan alat kesehatan Rp 6,11 miliar.

“Beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp 4,41 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat Rp 4,36 triliun. Maka demikian, laba bruto yang diperoleh Rp 2,63 triliun dari sebelumnya Rp 2,51 triliun,” ujar manajemen.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia