Jumat, 15 Mei 2026

Diminta Waspada, Nama Hary Suwanda dari Akela Trading System Dibajak untuk Investasi Bodong

Penulis : Parluhutan Situmorang
15 Jun 2021 | 09:11 WIB
BAGIKAN
Hary Suwanda, Pelatih Investasi Saham dan Derivatif yang juga CEO & Founder Lumen Capital Resources dan Akela Trading System melaporkan Akun Telegram Group palsu Akela Trading System yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab kepada pihak berwajib.
Hary Suwanda, Pelatih Investasi Saham dan Derivatif yang juga CEO & Founder Lumen Capital Resources dan Akela Trading System melaporkan Akun Telegram Group palsu Akela Trading System yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab kepada pihak berwajib.

JAKARTA, Investor.id -  Hary Suwanda, Pelatih Investasi Saham dan Derivatif yang juga CEO & Founder Lumen Capital Resources dan Akela Trading System melaporkan Akun Telegram Group palsu Akela Trading System yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab kepada pihak berwajib. Oknum tersebut menawarkan investasi atau titip dana yang menjanjikan keuntungan 'gila-gilaan'.

Khwatir banyak orang tertipu dan dirugikan karena investasi bodong, Hary Suwanda, yang dikenal sebagai Pelatih Investasi Saham dan Derivatif Terbaik di Indonesia dan penulis Buku National Best Seller “Rahasia Bebas Finansial dengan Berinvestasi di Pasar Modal” dan “Tetap Untung Ketika Saham Turun” kemudian melaporkan akun tersebut kepada polisi pada 4 Juni 2021 lalu.

Diminta Waspada, Nama Hary Suwanda dari Akela Trading System Dibajak untuk Investasi Bodong
Hary Suwanda

“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak percaya dengan tawaran investasi yang ditawarkan oleh siapapun dengan mengatasnamakan Hary Suwanda atau Akela Trading System. Saya selaku pemegang merek Akela Trading System tidak pernah menawarkan atau menerima investasi atau titip dana dalam bentuk apapun dan tidak pernah menawarkan investasi yang menjanjikan keuntungan pasti dalam jumlah apapun,” tegas Hary dalam siaran pers, di Jakarta, belum lama ini.

Akela Trading System adalah Program Pelatihan Investasi dan Trading Saham dari PT Cahaya Pendar Gumilang. Hary Suwanda sendiri merupakan Profesional Trader & Investor US Stock Market & Derivatives Trainer, merupakanDirektur PT Cahaya Pendar Gumilang, Founder Lumen Capital Resources dan Akela Trading System.

ADVERTISEMENT

Dia mulai memberikan pelatihan investasi saham dan derivatif sejak tahun 2004. Kemudian sejak 2017, dia memanfaatkan System Trading Kuantitatif yang diberi nama Akela Trading System. Pelatihan ini juga dilengkapi dengan Program Mentoring melalui Telegram Group Akela Mentoring Program, dengan admin Telegram @AkelaTrader yang tidak lain adalah dirinya sendiri.

Selain menjadi pemegang merek “Akela Trading System”, Hary Suwanda yang berkantor di Jalan Letjen S Parman Kav 28 Jakarta Barat merupakan pemegang Hak Cipta modul “Akela Trading System, dan “Akela Options Strategy” yang hak-hak tersebut telah dicatat oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

Kronologi Pelaporan

Hary Suwanda membeberkan kronologi pembajakan akun miliknya. Peristiwa tersebut dimulai pada Jumat 04 Juni 2021, sekitar pukul 08:00 WIB pagi hari, Hary membaca pesan Telegram dari seorang member yang pada dasarnya mempertanyakan program penitipan dana investasi dengan imbal hasil fantastis dan menggunakan Telegram Group Akela Trading System, yang sama sekali tidak ia kenal.

“Parahnya lagi, admin group tersebut menggunakan nama @Hary_Suwanda, lengkap dengan foto lama dirinya, yang nampaknya diambil dari sampul buku pertama yang ditulisnya, berjudul ‘Rahasia Bebas Finansial dengan Berinvestasi di Pasar Modal’ yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, terbit 2009,” sebut Hary.

Pelaku diduga menjalankan investasi bodong dimana penampungan dana tersebut ditransaksikan ke rekening CIMB Niaga dengan Nomor 805XXXXXXXXXX031 atas nama Dana Top Up.

Hary Suwanda menyebutkan sudah melaporkan dugaan terjadinya tindak pidana informasi dan transaksi elektronik ini ke polisi 4 Juni 2021 lalu di Polda Jawa Timur, di Surabaya, karena tempat tinggal Hary sendiri ada di Surabaya. Selain melapor ke polisi, Hary sudah membuat pengumuman di situs resmi Akela Trading System, yaknihttps://www.TradingNyantai.com dan https://www.AkelaTrader.com.

Dia juga mengingatkan, bahwa bagi pihak manapun yang bermaksud untuk menggunakan merek “Akela Trading System” dan/atau “Hary Suwanda”, menyiarkan, memperbanyak dan atau mendistribusikan modul “Akela Trading System”, maupun “Akela Options Strategy” dan atau mengadakan kegiatan terkait hal tersebut, yang tidak ada kaitannya dengan Hary Suwanda, PT Cahaya Pendar Gumilang dan atau afiliasinya, baik secara langsung maupun tidak langsung di seluruh wilayah negara RI wajib untuk mendapat ijin secara tertulis terlebih dahulu dari Hary Suwanda.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia