Sabtu, 4 April 2026

Laba Tumbuh, Soho Global dan Sido Muncul Bagikan Dividen Interim

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
8 Aug 2021 | 11:31 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memotret pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pengunjung memotret pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, Investor.id - PT Soho Global Health Tbk (SOHO) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) menetapkan dividen interim, seiring dengan lonjakan kinerja keuangan pada paruh pertama tahun ini.

Soho Global menetapkan dividen interima senilai Rp 197 per saham atau dengan total Rp 250 miliar. Sedangkan Sido Muncul mematok dividen interim Rp 15,30 per saham. Dividen tersebut diambil dari keuntungan perseroan sepanjang semester I-2021.

Manajemen Soho Global Health menyebutkan, direksi dan komisaris perseroan telah menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2021 pada 27 Agustus 2021. Padahal, perseroan baru saja membagikan dividen tahun buku 2020 senilai Rp 299,52 miliar pada Mei 2021.

Terkait pembagia dividen interim ini didukung atas perolehan dividen dari entitas anak usaha. Perseroan mendapatkan dividen senilai Rp 539,99 miliar dari anak usahanya PT Soho Industri Pharmasi. Perseroan juga mendapatkan dividen dari anak usahanya PT Parit Padang Global juga memberikan dividen sebanyak Rp 110 miliar.

Sedangkan hingga kuartal-I 2021, Soho Global mencatatkan pendapatan bersih sebanyak Rp 1,62 triliun, turun 4,14% dari raihan kuartal-I 2020 sebanyak Rp 1,69 triliun. Meski turun, keuntungan perseroan justru naik 4,14% menjadi Rp 131,20 miliar dari sebelumnya senilai Rp 129,61 miliar.

Sido Muncul

Sementara itu, Sido Muncul menetapkan dividen interim tahun buku 2021 senilai Rp 15,30 per saham. Dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham pada 27 Agustus 2021.

Pembagian dividen ini sejalan dengan raihan positif Sido Muncul sepanjang semester I-2021. Pada periode itu, perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 21% menjadi Rp 502 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 413,79 miliar. Peningkatan tersebut didukung pertumbuhan penjualan obat-obatan herbal.

“Di tengah pandemi, penjualan produk perseroan terus bertumbuh di tengah pandemi Covid-19. Produk-produk yang jadi primadona pelanggan adalah Tolak Angin, produk minuman jahe, Vitamin C, Vitamin D, JSH, serta Sambiloto peningkat daya tahan tubuh,” kata Direktur Sido Muncul Leonard.

Pertumbuhan ini didasari oleh peningkatan penjualan sebesar 13% menjadi Rp 1,65 triliun hingga semester I-2021, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,50 triliun. Beberapa produk yang membukukan lonjakan volume penjualan adalah produk Tolak Angin dan produk-produk suplemen maupun vitamin lainya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 7 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 15 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia