Laba Tumbuh, Soho Global dan Sido Muncul Bagikan Dividen Interim
JAKARTA, Investor.id - PT Soho Global Health Tbk (SOHO) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) menetapkan dividen interim, seiring dengan lonjakan kinerja keuangan pada paruh pertama tahun ini.
Soho Global menetapkan dividen interima senilai Rp 197 per saham atau dengan total Rp 250 miliar. Sedangkan Sido Muncul mematok dividen interim Rp 15,30 per saham. Dividen tersebut diambil dari keuntungan perseroan sepanjang semester I-2021.
Manajemen Soho Global Health menyebutkan, direksi dan komisaris perseroan telah menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2021 pada 27 Agustus 2021. Padahal, perseroan baru saja membagikan dividen tahun buku 2020 senilai Rp 299,52 miliar pada Mei 2021.
Terkait pembagia dividen interim ini didukung atas perolehan dividen dari entitas anak usaha. Perseroan mendapatkan dividen senilai Rp 539,99 miliar dari anak usahanya PT Soho Industri Pharmasi. Perseroan juga mendapatkan dividen dari anak usahanya PT Parit Padang Global juga memberikan dividen sebanyak Rp 110 miliar.
Sedangkan hingga kuartal-I 2021, Soho Global mencatatkan pendapatan bersih sebanyak Rp 1,62 triliun, turun 4,14% dari raihan kuartal-I 2020 sebanyak Rp 1,69 triliun. Meski turun, keuntungan perseroan justru naik 4,14% menjadi Rp 131,20 miliar dari sebelumnya senilai Rp 129,61 miliar.
Sido Muncul
Sementara itu, Sido Muncul menetapkan dividen interim tahun buku 2021 senilai Rp 15,30 per saham. Dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham pada 27 Agustus 2021.
Pembagian dividen ini sejalan dengan raihan positif Sido Muncul sepanjang semester I-2021. Pada periode itu, perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 21% menjadi Rp 502 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 413,79 miliar. Peningkatan tersebut didukung pertumbuhan penjualan obat-obatan herbal.
“Di tengah pandemi, penjualan produk perseroan terus bertumbuh di tengah pandemi Covid-19. Produk-produk yang jadi primadona pelanggan adalah Tolak Angin, produk minuman jahe, Vitamin C, Vitamin D, JSH, serta Sambiloto peningkat daya tahan tubuh,” kata Direktur Sido Muncul Leonard.
Pertumbuhan ini didasari oleh peningkatan penjualan sebesar 13% menjadi Rp 1,65 triliun hingga semester I-2021, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,50 triliun. Beberapa produk yang membukukan lonjakan volume penjualan adalah produk Tolak Angin dan produk-produk suplemen maupun vitamin lainya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




