Kamis, 14 Mei 2026

Nusantara Infrastructure Investasi pada Proyek SPAM di Sulawesi Utara

Penulis : Muawwan Daelami
21 Okt 2021 | 06:02 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kesepakatan bisnis. Foto: Adam Radosavljevic (Pixabay)
Ilustrasi kesepakatan bisnis. Foto: Adam Radosavljevic (Pixabay)

JAKARTA, investor.id – PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) melalui anak usahanya di sektor air bersih, PT Potum Mundi Infrasnusantara (Potum), berinvestasi pada program Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Aksi korporasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Potum Donny P Suleiman, Direktur Utama AWK William Nicolas Sompotan, dan Direktur Utama PDAM Kota Bitung Raymond Luntungan. Penandatanganan MoU tersebut juga disaksikan langsung Wali Kota Bitung Maurits Mantiri dan Komisaris Nusantara Infrastructure Johnny Lumintang pada 18 Oktober 2021.

Potum bersama PT Alam Wiratama Kencana (AWK) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dua Saudara Kota Bitung bakal mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan distribusi air bersih ramah lingkungan dengan memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 400 liter per detik. "Saat ini, pelayanan air bersih di Kota Bitung baru mencapai 200 liter per detik," kata Direktur Potum Donny P Suleiman dalam keterangan tertulis.

Donny menginginkan proyek SPAM tersebut dapat menjadi investasi yang menguntungkan dan bermanfaat bagi berbagai pihak khususnya seluruh masyarakat, PDAM, pemda, kawasan pelabuhan, kawasan ekonomi khusus (KEK) serta pemangku kepentingan lainnya di Wilayah Bitung dan Sulawesi Utara.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Potum diharapkan mendukung program pemda untuk menyediakan layanan air minum ramah lingkungan sesuai aspek 3K yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

Hingga kini, Potum telah mengoperasikan tiga instalasi pengolahan air bersih atau Water Treatment Plant (WTP) dengan total kapasitas 2.025 liter/detik melalui PT Sarana Catur Tirta Kelola (SCTK) di Serang, Banten. Kemudian, PT Dain Celicani Cemerlang (DCC) di Medan, Sumatera Utara, dan PT Tirta Kencana Cahaya Mandiri (TKCM) di Cikokol, Tangerang, Banten.

Air bersih yang dihasilkan ketiga WTP tersebut disalurkan melalui PDAM setempat untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi industri dan perumahan, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menanggulangi krisis air bersih yang berkembang di Indonesia.

Sebagai informasi, Nusantara Infrastructure merupakan perusahaan investor dan operator infrastruktur swasta terintegrasi di Indonesia yang berdiri sejak 2006 dan fokus dalam pengembangan bisnis perusahaan yakni, pemilik dan pengelola jalan tol (Jakarta, Tangerang Selatan, dan Makassar), jasa pengelolaan air bersih, bisnis pembangkit energi terbarukan dan jasa pelabuhan.

Di sektor pengolahan air bersih, kegiatan usaha perusahaan didukung entitas anak usaha, yaitu PT Potum dan entitas anak tidak langsung melalui Potum, yaitu PT Tirta Bangun Nusantara (TBN), PT Dain Celicani Cemerlang (DCC) dan PT Sarana Catur Tirta Kelola (SCTK), serta entitas asosiasi melalui TBN yaitu PT Tirta Kencana Cahaya Mandiri (TKCM).

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 33 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 42 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 59 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia