Binance dan Anak Usaha Telkom Bentuk JV Garap Platform Kripto
JAKARTA, investor.id - Penyedia infrastruktur blockchain dan cryptocurrency terbesar di dunia Binance Holding Ltd membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan konsorsium yang dipimpin MDI Ventures, modal ventura milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) untuk dunia untuk mendukung pengembangan platform pertukaran aset kripto.
Konsorsium ini secara kolektif telah mengembangkan ekosistem teknologi digital dan finansial terbesar di Indonesia, dan memiliki akses ke lebih dari 170 juta konsumen di negara berpenduduk terbesar keempat di dunia.
Pendiri dan CEO Binance Changpeng "CZ" Zhao mengatakan, ambisi Binance adalah menumbuhkan ekosistem blockchain dan cryptocurrency secara global. Di mana, inisiatif ini di Indonesia merupakan langkah signifikan ke arah tersebut.
“Dengan adopsi teknologi yang cepat dan potensi ekonomi yang kuat, Indonesia dapat menjadi salah satu pusat terkemuka ekosistem blockchain dan kripto di Asia Tenggara,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (16/12).
Sementara itu, CEO MDI Donald Wihardja mengatakan cryptocurrency, crypto assets dan blockchain menghadirkan bagian penting yang tidak dapat disangkal dari infrastruktur keuangan dan digital lainnya di masa depan. MDI, sebagai lengan investasi teknologi dan pemandu teknologi Telkom sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam proyek ini.
“Kami berharap dapat tumbuh bersama Binance dan mitra investasi kami, dan menjembatani peluang dan teknologi dengan Telkom untuk membantu meningkatkan kemampuan Indonesia dalam infrastruktur digital ini,” ungkapnya.
Sebagai informasi, pembentukan JV ini adalah bagian dari strategi Binance yang lebih luas untuk menumbuhkan ekosistem blockchain global. Pengumuman JV ini menyusul pengumuman terbaru tentang inisiatif 100M EUR Binance untuk mendukung pengembangan ekosistem blockchain Prancis dan Eropa, serta investasi Binance Asia Services di Hg Exchange (HGX) yang berbasis di Singapura.
Sebelumnya, Telkom Indonesia disebut Bloomberg memang sedang sedang mempelajari peluang baru untuk bermitra dengan perusahaan berpengaruh melalui modal ventura MDI Ventures, mengingat potensi di pasar blockchain dan kripto di Indonesia, menurut Senior Vice President (SVP) Corporate Communication & Investor Relations Telkom Ahmad Reza Ahmad Reza.
Selain prinsip GCG, kemitraan juga dilakukan sepanjang regulasi terkait bursa kripto sudah memadai baik dari sisi keamanan, transparansi, dan perlindungan investor. “Kami harus kerja sama dengan pemain top di bidang kripto dan yang regulasinya sudah memadai,” imbuh Reza.
Dirinya menuturkan, terjunnya Telkom Group ke bisnis mata uang digital karena melihat adanya ceruk dan karakter pasar yang sesuai untuk bisnis kripto di Indonesia. Bila kemitraan tersebut terealisasi, maka Telkom akan membangun perusahaan pertukaran dan perdagangan kripto yang dapat diakses masyarakat.
MDI Venture Capital sebagai perusahaan ventura milik perseroan akan menginisiasi perusahaan perdagangan kripto ini. Pasalnya, ungkap Reza, MDI cocok untuk investasi di sektor tersebut karena memiliki fokus bisnis investasi meraih keuntungan modal.
“Dengan investasi di crypto marketplace platform, harapannya orang-orang biasa dapat membeli aset mata uang kripto seperti di aplikasi lain,” tandas Reza.
Di Indonesia, Binance sudah memiliki investasi di Tokocrypto, salah satu bursa terbesar di Indonesia untuk perdagangan mata uang kripto.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






