Jumat, 15 Mei 2026

Diminati Masyarakat, Rights Issue Bank Neo (BBYB) Oversubscribed Hingga Rp 882,5 Miliar

Penulis : Lona Olavia
22 Des 2021 | 12:21 WIB
BAGIKAN
Bank Neo Commerce (ist)
Bank Neo Commerce (ist)

JAKARTA, Investor.id - Penerbitan saham baru PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 679 juta saham atau setara Rp 882,5 miliar. Kelebihan tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap perseroan.

Perseroan sebelumnya menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) V atau rights issue sebanyak 1,92 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 1.300 untuk setiap saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana segar dari aksi korporasi ini sebesar Rp 2,50 triliun.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan bahwa oversubscribed rights issue tersebut didukung pertumbuhan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Bank Neo Commerce dalam 10 bulan terakhir, khususnya setelah perseroan berhasil bertransformasi menjadi bank digital dengan jumlah nasabah terbesar yang hingga pertengahan Desember mencapai 12,7 juta nasabah.

Rights issue ini, menurut dia, mampu untuk menarik para investor baru. Sedangkan investor lama tetap berpartisipasi penuh dalam aksi korporasi ini. “Tahun 2021 ini, Bank Neo Commerce mencatatkan dua kali oversubscribed rights issue saham, yaitu pada HMETD IV dan HMETD V. Tingginya minat masyarakat untuk memiliki saham Bank Neo Commerce merupakan bentuk tumbuhnya kepercayaan dari berbagai tahapan transformasi menjadi bank digital atas berbagai inovasi layanan serta produk perbankan digital yang dinilai berhasil,” ujar Tjandra dalam keterangan tertulis, Rabu (22/12).

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Tjandra mengatakan aksi korporasi tersebut bertujuan untuk memenuhi modal inti Bank Neo Commerce sebesar Rp 2 triliun pada akhir 2021 dan Rp 3 triliun pada akhir 2022. Selanjutnya dana dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk investasi pada teknologi informasi, mendukung kinerja operasional Bank Neo Commerce, seperti pengembangan dan rekrutmen karyawan, kegiatan promosi dan edukasi berkelanjutan tentang bank digital.

Selain itu, dana penerbitan saham baru itu akan digunakan untuk pengembangan aplikasi neobank milik Bank Neo Commerce melalui pengembangan berbagai fitur dan layanan perbankan yang inovatif, juga untuk memperkuat rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).

Saat ini, aplikasi neobank milik Bank Neo Commerce sudah dikenal masyarakat, karena inovasi produk dan layanannya yang interaktif, diantaranya terdapat Neo Jurnal, fitur chat, dan games Dunia Neo.

Sebagai informasi, pada akhir periode pelaksanaannya, pemegang saham perseroan hingga 14 Desember 2021 terdiri atas PT Akulaku Silvrr Indonesia dengan kepemilikan 24,98%, PT Gozco Capital 15,64%, Rockcore Financial Technology Co. Ltd 6,12%, Yellow Brick Enterprise Ltd. 5,17%, dan sisanya publik 48,08%.

Sebagai informasi, Bank Neo Commerce, yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Yudha Bhakti, merupakan bank nasional yang telah berkiprah selama 30 tahun di dunia perbankan di Indonesia. Sejak tahun 2019, Akulaku mulai menjadi pemegang saham Bank Neo Commerce (BBYB) dan pada 2020, Bank Neo Commerce bertransformasi menjadi bank digital, dimulai dengan pergantian nama bank dan juga dikukuhkannya Bank Neo Commerce menjadi Bank Buku II oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK).

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia