Jumat, 15 Mei 2026

Northstar Himpun Dana US$ 590 Juta, Bidik Start-up RI?

Penulis : Lona Olavia
26 Des 2021 | 23:53 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi perusahaan. Foto: Pixabay.
Ilustrasi perusahaan. Foto: Pixabay.

JAKARTA, investor.id – Northstar Group, perusahaan private equity terdepan di Asia Tenggara, menghimpun dana melalui Northstar Equity Partners V Limited (Northstar V) dengan komitmen modal sebesar US$ 590 juta atau setara Rp 8,4 triliun. Northstar siap berinvestasi pada sejumlah perusahaan mapan serta start-up pilihan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Co-Founder dan Managing Partner Northstar Group Patrick Walujo mengatakan, investasi inti Northstar V akan berfokus pada pendorong utama pertumbuhan di Asia Tenggara, termasuk sektor konsumsi, layanan keuangan, ekonomi digital, dan pemulihan dari pandemi Covid-19.

"Selama dua tahun terakhir, kita semua telah melihat volatilitas, ketidakpastian, dan kompleksitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, Asia Tenggara dan khususnya Indonesia terus menghadirkan peluang investasi jangka menengah hingga panjang yang menarik,” kata Patrick dalam keterangan tertulis.

Dia menegaskan, peluang investasi itu seiring dengan pulihnya pasar dari pandemi Covid-19, kondisi demografi yang menguntungkan, peningkatan kekayaan dan konsumsi, tingkat pendidikan yang lebih tinggi, serta digitalisasi yang terus berlanjut akan mendorong pertumbuhan yang besar di kawasan.

ADVERTISEMENT

Portofolio Northstar V yang telah dilakukan adalah investasi di Greenfields Dairy, Advance Intelligence Group, dan Ula. Northstar Group juga tengah menganalisis sejumlah peluang investasi menarik untuk Northstar V yang akan ditutup pada paruh pertama tahun 2022.

Co-Founder dan Managing Partner Northstar Group Glenn Sugita menambahkan bahwa kesuksesan penggalangan dana dari flagship fund kelima yang berlangsung selama masa penuh tantangan saat ini merupakan bukti kekuatan tim dan kualitas perusahaan portofolio Northstar, serta imbal hasil yang telah diberikan kepada investor. “Kami berharap dapat membangun kemitraan dengan lebih banyak pengusaha di Asia Tenggara untuk mendorong pertumbuhan bisnis mereka melalui kontribusi modal dan keahlian kami," ungkapnya.

Northstar V menerima dukungan kuat dari berbagai investor global, termasuk dana kekayaan negara, perusahaan asuransi, investor institusi, kantor keluarga, dan individu dengan high net worth. Dengan penutupan Northstar V, Northstar Group kini mengelola portofolio dengan total lebih dari US$ 2,5 miliar.

Northstar Group didirikan pada tahun 2003 oleh Patrick Walujo dan Glenn Sugita. Pada 2006, Northstar Group mengumpulkan dana private equity pertamanya, Northstar Equity Partners Limited, senilai US$ 110 juta. Pada 2008, Northstar Group mengumpulkan dana Northstar Equity Partners II Limited sebesar US$ 285 juta. Kemudian, pada 2011 oleh Northstar Equity Partners III Limited sebesar US$ 820 juta dan pada 2014 oleh Northstar Equity Partners IV Limited senilai US$ 810 juta.

Sejak didirikan pada 2003, Northstar Group telah berinvestasi di lebih dari 35 perusahaan di sektor perbankan, asuransi, konsumen/ritel, kesehatan, manufaktur, teknologi, telekomunikasi, dan agribisnis, termasuk GoTo (sebelumnya Gojek), Bank BTPN, Alfamart, Thai Credit Retail Bank, APAC Realty, Indomaret, Bunda Medical Group, TiKi, dan Bank Jago.

Northstar Group telah menginvestasikan lebih dari US$ 3 miliar dengan rekan investornya di kawasan Asia Tenggara. Grup Northstar memiliki Lisensi Layanan Pasar Modal (Capital Markets Services License) untuk penyediaan layanan pengelolaan dana dari Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore). Northstar Group juga merupakan penasihat pelaporan yang dikecualikan (Exempt Reporting Advisor) di Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat atau United States Securities and Exchange Commission.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia