Siloam International Hospitals (SILO) Terus Tambah Jumlah Jaringan
JAKARTA, investor.id - Seiring dengan peningkatan kualitas, SILO terus menambah jumlah jaringan. Hingga saat ini SILO sudah memiliki 41 rumah sakit di 23 kota di seluruh Indonesia. Secara rinci yakni 14 di Jabodetabek, 7 di Jawa (luar Jabodetabek), 5 di Sumatera, 6 di Bali dan Nusa Tenggara, 3 di Kalimantan, 5 di Sulawesi, serta 1 di Maluku.
Presiden Komisaris Siloam International Hospitals (SILO) John Riady mengatakan, SILO akan terus membangun rumah sakit baru agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas dan berstandar internasional. “Kebutuhan akan layanan rumah sakit masih sangat besar di Indonesia,” kata John.
John mengungkapkan, saat ini kemampuan dan kualitas rumah sakit di dalam negeri tidak kalah bagus dibandingkan dengan rumah sakit yang ada di luar negeri. Hal ini dibuktikan, dengan meningkatnya pasien non-Covid 19 di SILO selama pandemi berlangsung. John yakin, patient experience yang ada, pasien-pasien tersebut akan tetap berobat di SILO. “Pelayanan di SILO tidak kalah dibanding luar negeri. Pengalaman bagus yang telah dialami pasien akan tetap kita jaga,” tambah John.
Pengalaman panjang dan jaringan yang luas menempatkan SILO sebagai pengelola rumah sakit terkemuka di Indonesia dan menjadi benchmark pelayanan kesehatan berkualitas di Tanah Air. Dalam praktiknya, SILO tidak semata didorong oleh motif bisnis dalam memberikan layanan kesehatan, tetapi juga alasan kemanusiaan. Setiap warga bangsa harus mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Perluasan layanan lewat pembukaan jaringan rumah sakit baru dimaksudkan juga untuk memenuhi skala ekonomi agar rakyat bisa mendapatkan layanan kesehatan yang lebih terjangkau.
Seiring perbaikan dan inovasi yang digulirkan SILO ikut mendongkrak kinerja LPKR. Hingga posisi September 2021, pendapatan properti LPKR meningkat 26,2% (year on year/yoy), atau menjadi Rp2,99 triliun, dan untuk properti sewa naik 71,2 persen (yoy), atau menjadi Rp2,07 triliun. Lalu, untuk kesehatan meningkat 46,7%, atau menjadi Rp5,89 triliun.
"SILO telah mencatatkan tren positif hingga Kuartal III 2021. Total pendapatan yang berhasil dibukukan sebesar Rp 5,9 triliun atau meningkat 9,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya," tutup John.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler



