United Tractors (UNTR) Siapkan Capex Rp 10 Triliun
JAKARTA, investor.id — PT United Tractors Tbk (UNTR) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 750 juta atau setara Rp 10,74 triliun pada tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk menopang pertumbuhan bisnis perseroan di 2022.
Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K Loebis mengatakan, sumber pendanaan capex berasal dari kas internal. “Belanja modal tahun ini akan digunakan untuk menopang kebutuhan modal bisnis di 2022,” ujar dia kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.
Sara mengungkapkan, pihaknya optimistis kinerja bisnis UNTR akan semakin positif pada tahun ini. Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) tersebut memproyeksikan penjualan alat berat tumbuh 22-23%, produksi kontrakor pertambangan naik 3%, penjualan batu bara meningkat 6-8%, dan penjualan emas sekitar 290-300 ribu oz.
“Untuk kenaikan penjualan batu bara, proyeksi ini sebelum kebijakan larangan ekspor yang dikeluarkan 1 Januari 2022, sehingga belum ada arahan baru. Jadi kita pantau saja dulu perkembangannya,” jelas dia.
Sara menambahkan, pihaknya akan memenuhi kebutuhan customer di seluruh sektor terkait alat berat dan layanan purna jualnya, di mana kegiatan kontraktor tambang sesuai target yang diarahkan oleh klien.
Hingga akhir September 2021, menurut Sara, kinerja keuangan perseroan terus mengalami pertumbuhan. Pendapatan bersih UNTR naik 24% menjadi Rp 57,8 triliun ibandingkan Rp 46,5 triliun pada periode sama 2020. Sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih, laba bersih juga naik sebesar 46% menjadi Rp 7,8 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp 5,3 triliun.
Sementara itu, penjualan alat berat pada segmen mesin konstruks meningkat 84% menjadi 2.194 unit dari 1.191 unit. Penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan juga naik 18% menjadi Rp 5,6 triliun. Secara keseluruhan, segmen mesin konstruksi mencatat pendapatan sebesar Rp 15,8 triliun atau meningkat 54% year on year (yoy).
Kemudian, segemen pertambangan kontraktor mencatat pendapatan bersih 9% lebih tinggi menjadi Rp 24,2 triliun, dengan 87,3 juta ton produksi batu bara dan 630,0 juta bcm pemindahan lapisan penutup. Segmen pertambangan batu bara mencatat volume penjualan lebih tinggi menjadi 7,7 juta ton, dengan pendapatan bersih meningkat 36% menjadi Rp 10,3 triliun.
Sementara segmen pertambangan emas meraih pendapatan sebesar Rp 6,5 triliun atau meningkat 17%, dengan volume penjualan emas mencapai 258.000 ons. Segmen terakhir, industri konstruksi, membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 1,1 triliun atau naik 11%.
Dengan demikian, pendapatan bersih konsolidasi perseroan paling besar dikontribusi oleh segmen kontraktor pertambangan sebesar 42%, diikuti segmen mesin konstruksi 27%, pertambangan batu bara 18%, pertambangan emas 2% dan industri konstruksi 2%.
Di sisi lain, perseroan menyatakan bahwa anak usahanya PT Bina Pertiwi (BP) telah menjual seluruh sahamnya di PT Iltahabi Energia Tenagahidro (IETH) kepada PT Energia Prima Nusantara (EPN). Adapun EPN juga merupakan anak usaha dari UNTR.
BP dan EPN adalah anak usaha UNTR, yang seluruh saham-saham yang telah dikeluarkan, dimiliki oleh PT United Tractors Tbk, baik langsung maupun tidak langsung.
“BP dan EPN telah menandatangani perjanjian jual beli seluruh saham milik BP pada IETH yang setara dengan 80% dari total saham disetor dan ditempatkan pada IETH kepada EPN,” jelas Sara.
Setelah melakukan transaksi tersebut pada 27 Desember 2021, kepemilikan saham EPN pada IETH adalah sebanyak 10.823 lembar saham atau senilai Rp 10,823 miliar. Tujuan transaksi adalah untuk reorganisasi grup perseroan, khususnya untuk portofolio bisnis yang bergerak di bidang ketenagalistrikan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






