Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
OctaFX yang mengutip beberapa ahli menyebutkan, pasar aset kripto masih bisa bullish hingga 2022. (ist)

OctaFX yang mengutip beberapa ahli menyebutkan, pasar aset kripto masih bisa bullish hingga 2022. (ist)

Meski Jangka Pendek, Sentimen Bullish Kembali Warnai Perdagangan Kripto

Rabu, 12 Januari 2022 | 06:17 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Empat aset kripto teratas yaitu Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tether (USDT), dan Binance Coin (BNB) pada perdagangan Rabu (12/1) pagi kompak menguat.

Mengutip coinmarketcap.com, BTC yang pagi kemarin turun perlahan mulai bangkit dan pada pukul 06.05 WIB tercatat sudah naik ke US$ 42.776,39 atau 2,83% dalam perdagangan sehari atau minus 7,30% dalam sepekan.

ETH dalam perdagangan sehari naik 5,64% menjadi US$ 3.235,32, namun dalam sepekan masih minus 15,17%. USDT masih US$ 1, dalam sehari naik tipis 0,02% dan dalam sepekan naik 0,01%. Begitujuga dengan BNB yang ikut naik 9,32% dalam sehari ke US$ 462,12 dari sepekan ini yang masih memerah 9,34%.

Secara terbalik, dalam lima besar teratas kini hanya tinggal USD Coin (USDC) yang justru melemah. USDC dalam sehari turun 0,06% ke US$ 0,99 dan dalam sepekan akhirnya turun 0,01%.

Baca juga:

Beberapa cryptocurrency alternatif (altcoin) seperti MATC dan FTM naik sekitar 14% selama periode yang sama, menunjukkan selera risiko yang lebih besar di kalangan investor.

Tampaknya sentimen bullish mulai kembali ke pasar kripto dan ekuitas, setidaknya dalam jangka pendek. Indikator teknis menunjukkan bahwa BTC berada pada level paling jenuh jual sejak Desember, yang dapat mendorong beberapa pedagang untuk membeli saat penurunan, meskipun kenaikan dapat dibatasi hingga US$ 45.000.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN