Auto Reject Lima Hari, Saham CMPP Disuspensi
JAKARTA, Investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspend) perdagangan saham PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) mulai perdagangan sesi I hari ini. Penghentian sementara dipengaruhi atas lonjakan harga saham perseroan dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data BEI, saham CMPP telah melonjak sebanyak 185% dari Rp 184 pada 31 Desember 2021 menjadi Rp 525 hingga penutupan perdagangan kemarin. Padahal, suspensi saham CMPP baru dicabut oleh otoritas bursa pada 3 Januari 2022. Suspensi akibat jumlah saham publik (free float) perseroan memenuhi ketentuan bursa.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M Panjaitan dan PH Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Mulyana mengatakan, penghentian sementara perdagangan saham CMPP dilakukan di pasar reguler dan tunai sejak sesi I har ini, Rabu (12/1).
“Penghentian bertujuan untuk memberikan wakty yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya pada saham CMPP,” tulisnya melalui keterangan tertulis di BEI, Selasa (11/1).
Manajemen AirAsia sebelumnya menyebutkan bahwa perseroan akan memaksimalkan upaya pemulihan kinerja keuangan pasca pandemi Covid-19 pada kuartal I-2022. Sedangkan penambahan saham publik (free float) perseroan sedang dalam proses finalisasi setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham pengendali perseroan.
Manajemen menyebutkan bahwa AirAsia sedang memfokuskan keberlangsungan dan pemulihan kinerja perseroan dengan memaksimalkan berbagai peluang bisnis yang ada, seperti kargo dan charter, meluncurkan sejumlah aktivitas promosi, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan permintaan perjalanan.
Perseroan juga terus menerapkan kebijakan cost containment di beberapa lini dan melakukan negosiasi ulang biaya dengan para supplier dan stakeholder yang berhubungan dengan operasional perseroan untuk memaksimalkan pengelolaan biaya. Perseroan berharap bisnis dapat pulih, sehingga dapat berkontribusi lebih besar dalam memulihkan perekonomian masyarakat sebagai sarana transportasi udara pilihan yang terjangkau untuk berbagai kebutuhan perjalanan dan pengangkutan komoditas saat situasi telah membaik.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

