Satu Lagi IPO Terbaru: Nusatama Lepas 25,9% Saham
JAKARTA, investor.id – PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) siap melepas sebanyak 700 juta saham atau setara 25,93% melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Perseroan akan melangsungkan penawaran awal (bookbuilding) pada 19-27 Januari 2022.
Nusatama merupakan perusahaan di industri fabrikasi kendaraan spesial untuk hulu dan hilir migas, pertambangan dan industri komersial, khususnya truk atau kendaraan komersial di Indonesia.
Perseroan menawarkan saham pada kisaran harga Rp 100-150 per saham. Dengan demikian, target dana hasil IPO sebesar Rp 70-105 miliar. PT Danatama Makmur Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Selain saham, Nusatama akan menerbitkan sebanyak 700 juta waran seri I. Waran ini diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang satu saham baru berhak memperoleh satu waran seri I, dimana setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Adapun periode pelaksanaan waran setelah enam bulan sejak efek tersebut diterbitkan, atau berlaku mulai 16 Agustus 2022 hingga 17 Februari 2023. Harga pelaksanaan waran belum ditentukan.
Nusatama mengharapkan pernyataan efektif IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Januari 2022. “Masa penawaran umum pada 2-7 Februari 2022. Pencatatan saham dan waran seri I di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Februari 2022,” jelas manajemen perseroan dalam pengumumannya.
Sesuai rencana, Nusatama akan menggunakan 87,21% dana hasil IPO untuk modal kerja. Modal kerja yang dimaksud adalah persediaan bahan baku, gaji karyawan, komisi, dan biaya pemasaran. Kemudian, sebesar 6,02% dialokasikan untuk membeli mesin. Sisanya 6,77% akan dipakai untuk perluasan area produksi dan storage.
Beberapa contoh mesin yang berpotensi dibeli perseroan adalah CNC Automatic Gas & Plasma Cutting, Overhead Crane, Forklift 6T, 400A Welding DC machine Transformers, serta mesin-mesin lainnya yang dapat membantu untuk meningkatkan performa usaha perseroan. “Seluruh pembelian mesin tersebut dikategorikan sebagai capital expenditure (capex) dan diharapkan sudah rampung paling lambat pada kuartal II-2022,” ungkap manajemen.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


