Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) TargetkanLaba Tumbuh 15%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
24 Jan 2022 | 14:58 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kendaraan di terminal kelolaan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. Foto: Perseroan
Ilustrasi kendaraan di terminal kelolaan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menargetkan pendapatan dan laba tumbuh minimal 12-15% pada tahun 2022. Hal itu seiring pemulihan industri dan juga daya beli masyarakat serta kondisi makroekonomi Indonesia yang kian membaik.

“Dengan fasilitas infrastruktur dan suprastruktur yang mumpuni, IPCC siap menangkap peluang untuk meningkatkan kinerjanya di tahun ini. Terutama dengan meningkatnya industri manufaktur, industri otomotif, hingga industri komoditas (pertambangan dan perkebunan) yang dapat berimbas pada peningkatan layanan bongkar muat kendaraan di terminal IPCC,” kata Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal Rio T N Lasse dalam keterangan resmi, Senin (24/1).

Terkait kinerja keuangan, dia menambahkan, kinerja IPCC mengalami turn around dengan meraih untung Rp 16,6 miliar sampai dengan kuartal III-2021. Untuk periode yang sama tahun 2020, IPCC mengalami kerugian Rp 32,73 miliar. Pendapatan IPCC sampai kuartal III-2021 tercapai Rp 347,77 miliar atau di atas pencapaian pada periode yang sama tahun 2020 dan bahkan hampir mendekati realisasi kuartal III-2019 sebesar Rp 359,52 miliar.

ADVERTISEMENT

“Sampai akhir tahun 2021 diperkirakan pendapatan akan mencapai Rp 463,69 miliar atau lebih tinggi dari pencapaian pada full year 2020 senilai Rp 356,53 miliar,” lengkap Rio.

Sementara itu, dari perolehan laba diharapkan dapat tercapai di atas Rp 20 miliar sepanjang tahun 2021 sehingga angka profit margin bisa lebih tinggi dari 2020. Namun demikian, sementara ini ditargetkan untuk pertumbuhan pendapatan 2021 di kisaran konservatif, yakni 10-12% terhadap 2020 atau di kisaran Rp 392,18–399,32 miliar.

Rio menyebutkan, di tahun Macan Air ini, melihat pemulihan industri dan juga daya beli masyarakat serta kondisi makroekonomi Indonesia yang kian membaik dan dibarengi dengan semakin berkurangnya imbas penyebaran Covid-19 serta kondisi makroekonomi global yang juga kian pulih, maka dapat berimbas positif pada industri otomotif beserta rantai pasoknya.

“Dengan demikian, diharapkan berimbas positif juga pada kinerja IPCC. Diharapkan bisa bertumbuh pada kisaran minimal 12% hingga 15% yoy (year on year) baik pendapatan maupun laba. Pun diharapkan dapat melampaui target tersebut,” urai Rio.

Dia menyebutkan, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa layanan kepelabuhanan yang berada dalam mata rantai ekosistem logistik melihat adanya peluang di tengah meningkatnya konsumsi dan permintaan masyarakat.

Secara umum dengan meningkatnya ekonomi, masyarakat akan meningkatkan permintaannya terhadap properti dan otomotif. Multiplier effect dari peningkatan tersebut juga berdampak pada peningkatan kebutuhan akan bahan bakar dan sejumlah mineral logam sehingga memberikan dampak positif pada industri pertambangan. Tentunya dengan dampak-dampak positif tersebut juga dapat berimbas positif pada peningkatan layanan bongkar muat yang ada di terminal IPCC.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia