Sinergi dengan Lippo Group, Fintech Lending Ringan Genjot Pembiayaan
JAKARTA, investor.id - Berkolaborasi dengan Lippo Group, perusahaan fintech lending atau peer to peer lending, PT Ringan Teknologi Indonesia (Ringan) memproyeksi penyaluran pembiayaan bisa meningkat tahun ini. Salah satu fokus perusahaan adalah mulai menggarap captive market dari Lippo Group.
Chief Executive Officer Ringan Yudhono Rawis menyampaikan, perusahaan telah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 50 miliar kepada sebanyak 5-10 ribu peminjam (borrower) yang diantaranya merupakan UMKM. Nilai itu memang relatif kecil dibanding fintech lending lainnya karena Ringan baru gencar menyalurkan pembiayaan sejak tahun lalu.
Dia mengatakan, perusahaan memang sempat konservatif tapi meyakini berkembang lebih cepat di tahun ini setelah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Agustus 2021 lalu. Apalagi, sebenarnya ada sebanyak satu juta pengguna yang telah terdaftar dan menunggu untuk bisa meraih pembiayaan dari Ringan.
"Berikutnya, tahun 2022 masih banyak ketidakpastian. Seiring meningkatkan porsi bisnis, perusahaan juga akan lebih lincah untuk mencari model bisnis yang masih bisa berjalan optimal," kata Yudhono pada saat Media Visit ke Beritasatu Media Holdings (BSMH), Kamis (27/1).
Dia menuturkan, draft POJK terbaru soal fintech lending turut membahas mengenai permodalan yang bakal ditingkatkan dari Rp 2,5 miliar, menjadi setidaknya Rp 15 miliar. Upaya OJK untuk meningkatkan kualitas industri itu disambut baik perusahaan. Termasuk komitmen pemegang saham untuk terus mendukung perseroan.
Dia menuturkan, modal yang dikucurkan pemegang saham itu relatif cukup besar atau jauh di atas modal minimum yang diharapkan OJK pada ketentuan terbaru nantinya. Modal saat itu setidaknya mampu untuk Ringan berkembang dan penetrasi bisnis sampai dengan 2-3 tahun mendatang.
"Jadi memang Ringan tinggal melesat saja, infrastruktur ada, modal ada, tinggal bagaimana caranya kita mendapat bisnis model dengan baik, melalui proses yang baik. Serta berkembang sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku," jelas dia.
Yudhono mengungkapkan, komitmen pemegang saham itu sejalan dengan potensi fintech lending yang begitu besar, melihat akses kredit atau pembiayaan di Indonesia masih cukup rendah. Bahkan, pihaknya cukup optimis industri fintech lending bisa menyalurkan akumulasi pembiayaan hingga Rp 1.820 triliun pada tahun 2025.
Dia bilang, permasalahan klasik dari rendahnya akses pembiayaan adalah calon peminjam yang tidak memiliki slip gaji dan agunan. Permasalahan itu yang kemudian dijawab lewat solusi dari fintech lending. Oleh karena itu, Ringan juga terus berupaya untuk mengambil bagian dari kue tersebut.
"Harapan dalam lima tahun Ringan berkembang menjadi top 10 non institusi keuangan non bank (IKNB) di Indonesia. Tentunya dipandu dengan pondasi yang kuat melalui produk yang baik, manajemen risiko terukur, dan bisa dipercaya lembaga keuangan lain," beber Yudhono.
Memang, sambung dia, area jangkauan Ringan masih cukup sempit yakni di 32 kota di Indonesia. Sebagian besar masih di wilayah Jawa dan sebagian kecil lain ada di wilayah Sumatera. Namun demikian, sejumlah upaya sedang diramu perusahaan untuk bisa menjangkau peminjam di seluruh wilayah Indonesia.
Dia menyatakan, persyaratan untuk peminjam mendapatkan pembiayaan melalui platform Ringan cukup mudah, apalagi segmen utama yang disasar merupakan unbankable. Mereka dengan usia 21-55 tahun dan minimum gaji sebesar Rp 3 juta, sudah bisa mengajukan pinjaman. Rata-rata persetujuan saat ini satu hari, kecuali karena ada beberapa hal lain sehingga persetujuan bisa sampai tiga hari.
Saat ini perusahaan memiliki tiga produk utama untuk memperluas akses pembiayaan. Pertama RinganKu, pinjaman senilai Rp 1 juta dengan tenor 1 bulan. Produk ini ditujukan untuk masyarakat yang belum memiliki histori kredit, sehingga bunga yang diberikan cukup tinggi namun tetap sesuai aturan OJK.
Kedua adalah RinganPlus ditujukan untuk peminjam yang sudah memiliki sedikit riwayat kredit. Produk tersebut memiliki tenor 3-12 bulan dengan plafon sampai dengan Rp 10 juta. Sedangkan produk bernama RinganKTA utamanya diberikan kepada UMKM yang telah memiliki riwayat kredit di multifinance.
Selain itu, Ringan bakal meluncurkan produk untuk menyasar segmen peminjam yang merupakan UMKM. "Harapannya pada tahun 2022, Ringan memiliki produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan UMKM. Produk yang kini sedang disiapkan akan menjadi fokus perusahaan untuk melayani sektor produktif," jelas dia.
Lebih lanjut, Yudhono mengungkapkan, Ringan sedang menyiapkan diri untuk membangun bisnis pada ekosistem Lippo Group pada 2022. "Ketika mendapat bisnis model yang baik dan masuk ke ekosistem Lippo Group, nantinya produk yang diinkubasi dalam ekosistem tersebut juga akan dibawa keluar. Mirip seperti OVO," kata dia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



