Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih BSI (BRIS) Tembus Rp 3,02 Triliun

Penulis : Lona Olavia
31 Jan 2022 | 15:32 WIB
BAGIKAN
Salah satu konter BRI Syariah. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA
Salah satu konter BRI Syariah. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

JAKARTA, investor.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) membukukan kinerja positif di tahun 2021 dengan torehan laba bersih sebesar Rp 3,02 triliun sepanjang tahun 2021, atau naik 38,45% dibandingkan tahun 2020 yang tercatat Rp 2,18 triliun.

Alhasil, laba per saham emiten bank syariah terbesar di Indonesia tersebut menjadi Rp 73,69, naik dari posisi tahun 2020 yang sebesar Rp 53,52.

Dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Senin (31/1) pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib tumbuh 5,1% menjadi Rp 17,80 triliun. Tapi, hak pihak ketiga atas bagi hasil turun 12,5% menjadi Rp 4,37 triliun. Sehingga hak bagi hasil milik bank tumbuh 12,61% menjadi Rp 13,42 triliun.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, beban usaha emiten dengan sandi BRIS ini mencapai Rp8,78 triliun pada 2021 atau lebih tinggi dibanding 2020, yakni Rp 7,96 triliun. Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset produktif dan nonproduktif sebesar Rp 3,55 triliun. Adapun jumlah zakat yang disalurkan perseroan pada 2021 sebesar Rp  101,68 miliar, sementara beban pajak sebesar Rp 932,32 miliar.

Dari sisi pembiayaan, Bank Syariah Indonesia mampu menyalurkan pembiayaan senilai Rp 170,78 triliun, naik 9,29% secara tahunan (yoy). Peningkatan itu disumbang dari Piutang Murabahah Rp 101,18 triliun dan Pembiayaan Bagi Hasil Musyarakah Rp 57,55 triliun. Pertumbuhan pembiayaan disertai dengan kualitas aset yang masih terjaga. Rasio non performing financing (NPF) stabil di level Rp 2,93%.

Selain itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) mencapai 22,09% dan pengembalian atas aset (RoA) naik dari 1,38% menjadi 1,61%. Di mana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 11,11% yoy dari Rp 209,90 triliun menjadi Rp 233,24 triliun. Selain itu, aset perseroan tercatat meningkat 10,72 persen dari Rp 239,58 triliun menjadi Rp 265,28 triliun.

 



 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 34 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 38 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia