Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presdir PT Adaro Energy Tbk Garibaldi (Boy) Thohir  di Castle Peak Power Station. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Presdir PT Adaro Energy Tbk Garibaldi (Boy) Thohir di Castle Peak Power Station. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Kembangkan Ekonomi Hijau, Bos Adaro (ADRO) Boy Thohir Sabet Bussiness Man of The Year

Rabu, 2 Februari 2022 | 15:00 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) berkomitmen untuk membantu pemerintah mengembangkan ekonomi hijau yang kini tengah menjadi tren global untuk mengantisipasi perubahan iklim, yaitu melalui penyediaan energi ramah lingkungan maupun pengembangan kawasan industri hijau.

Selama ini perusahaan yang dikomandoi oleh Garibadi Thohir atau Boy Thohir itu konsisten melakukan transisi menuju ekonomi hijau dengan melakukan transformasi bisnis melalui green initiative jangka panjang.

Baca juga: Tak Hanya Adaro Minerals (ADMR), Gain Saham-saham Grup Saratoga Ini juga Fantastis

Atas konsistensi tersebut maka setelah sebelumnya meraih Businessperson of The Year 2021 dari Fortune, untuk kedua kalinya Boy Thohir mendapat penghargaan yang sama yakni Businessman of The Year dari Forbes. Hal ini pun akan menjadi pendorong aksi perusahaan untuk terus mengembangkan ekonomi hijau.

Boy mengatakan, kesadaran dunia internasional terhadap ekonomi hijau makin tinggi, dan permintaan atas produk hijau juga makin meningkat, baik di pasar nasional maupun global.

"Kami berkomitmen untuk menciptakan produk energi hijau yang mampu bersaing di pasar global," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (2/2).

Menurutnya, kontribusi pelaku usaha untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan transisi yang mengarah ke ekonomi hijau sangat krusial. Pasalnya, hampir setiap lini ekonomi melibatkan pelaku usaha.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan kalangan pengusaha menjadi satu-satunya pihak yang mampu membantu pemerintah untuk mengembangkan ekonomi hijau. Terlebih pada saat ini investasi pada ekonomi hijau masih cukup mahal sehingga pemangku kebijakan perlu menyiapkan instrumen regulasi dalam rangka menarik minat dunia bisnis lebih besar.

Baca juga: Entitas Usaha Adaro Energy (ADRO) Raih Pinjaman US$ 300 Juta untuk Ekspansi Usaha

Ekonomi hijau yang dimaksud mencakup energi dan industri yang lebih ramah lingkungan, yang juga sejalan dengan tren global. Misi ini belakangan banyak didorong komunitas dunia dengan tujuan memperbaiki kondisi iklim.

Nailul menambahkan, kunci dari maksimalisasi peran swasta dalam pengembangan ekonomi hijau ada pada strategi insentif yang diberikan oleh pemerintah.

Menurutnya, sepanjang insentif yang diberikan mampu menekan ongkos yang dikeluarkan oleh pelaku usaha untuk terlibat, maka minat di pengembangan industri dan energi hijau akan tinggi.

"Bagi negara yang sudah siap, investasi yang masuk pasti investasi bersih. Karena bagi swasta apabila ada faktor yang mereka anggap menguntungkan maka akan beralih," ujarnya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN