Jumat, 15 Mei 2026

Ciptakan Ekosistem Digital, Erick Lakukan Transformasi Besar-besaran di Telkom (TLKM)

Penulis : Muawwan Daelami
7 Feb 2022 | 15:17 WIB
BAGIKAN
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: IST
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: IST

JAKARTA, investor.id – Menteri BUMN Erick Thohir melakukan transformasi besar-besaran dengan menciptakan ekosistem digital di sejumlah BUMN, salah satunya PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang bakal difokuskan untuk menggarap sektor infrastruktur.

“Ekosistem digital adalah hal penting dalam menghadapi tantangan ke depan,” tegas Erick saat menjadi pembicara kunci di seminar nasional yang diselenggarakan Universitas Sebelas Maret, Solo, Minggu (6/2).

Untuk itu, kata dia, Kementerian BUMN mengubah strategi dengan memfokuskan TLKM pada area infrastruktur seperti data center, cloud, fiber optik, blockchain artificial intelligence (AI) dan BTS 5G. Sedangkan anak usahanya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), akan fokus pada business to consumer (B2C) sebagai perusahaan digital yang selama ini ekosistemnya belum dibangun Kementerian BUMN.

“Kita perlu menjadi agregator dan enabler untuk konten lokal, game lokal, health tech lokal, dan fintech lokal. Telkomsel dalam hal ini menjadi tempat untuk bersinergi supaya ada keberpihakan,” ujar Erick.

ADVERTISEMENT

Selama ini, Telkom dan Telkomsel bergerak pada bidang yang sama. Telkom memiliki tower, demikian pula dengan Telkomsel. Bukan hanya itu, Telkom mempunyai Indihome cable, Telkomsel juga mempunyai Maxstream sehingga strateginya perlu diubah. Maka dari itu, ekosistem digital Indonesia perlu dibangun untuk memudahkan aktivitas dan transaksi digital di Indonesia.

Di samping melakukan transformasi pada area infrastruktur, Kementerian BUMN melakukan transformasi di sektor pendanaan dengan membaginya ke dalam dua bagian, yakni investasi dan pinjaman. Saat ini, generasi muda lebih aktif menggunakan skema investasi dibandingkan pinjaman, sehingga industri start-up pun bertumbuh dengan cepat.

Menurut Erick, hal itu merupakan kesempatan luar biasa untuk meningkatkan potensi start-up di Indonesia. Apalagi, Tiongkok saat ini sudah memiliki sebanyak 105 start-up dan Amerika 207 start-up. Sementara, Indonesia baru memiliki 11 start-up yang berpotensi tumbuh menjadi 25 start-up.

Di sektor pendanaan, pemerintah juga telah meluncurkan program pendanaan bernama Merah Putih Fund untuk mendukung industri start-up nasional. Pemerintah akan mendorong sejumlah start-up buatan anak bangsa untuk go public di Indonesia. Tujuannya, agar komoditas yang dijual secara online atau pengadaan barang di pemerintahan pusat dan daerah tidak didominasi barang-barang dari luar negeri.

“Inilah intervensi-intervensi yang kita lakukan. Jadi start-up lokal memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan cara berinvestasi di start-up dan produknya,” tutur Erick.

Selain Telkom dan Telkomsel, adik dari Garibaldi Thohir ini juga melakukan transformasi di BUMN-BUMN lain, seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN), PT Pertamina, MIND ID, PLN, dan PT Bio Farma.

Ke depan, Erick akan mendorong PTPN untuk fokus pada bio-agriculture guna menjaga keseimbangan. Lalu, Pertamina didorong untuk migrasi ke renewable energy. Bagaimanapun, bisnis bensin akan habis dan beralih ke listrik. Ditambah, Indonesia juga sudah menandatangani zero emission pada 2060.

Kemudian, MIND ID didorong untuk mining scientist. Hal ini sudah berjalan terlihat dari diresmikannya DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, oleh presiden. PLN akan didorong untuk menggunakan smart meter guna mengantisipasi adanya area abu-abu. Karena itu, Kementerian BUMN meluncurkan PLN Mobile, sehingga semuanya menjadi terdata. Bio Farma akan didorong untuk riset vaksin.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia