Kamis, 14 Mei 2026

Dividen Telkom (TLKM) Usai Ungkap Laba, plus Rencana Aksi

Penulis : Jauhari Mahardhika
13 Mei 2026 | 06:03 WIB
BAGIKAN
Kantor Telkom Indonesia (TLKM). (Foto: Telkom)
Kantor Telkom Indonesia (TLKM). (Foto: Telkom)

JAKARTA, investor.id – Manajemen PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengadakan earnings call bersama para analis pada Selasa (12/5/2026). Selain membeberkan laba, TLKM juga menyinggung soal dividen serta aksi pemisahan usaha (spin off) aset serat optik.

“Dalam earnings call, manajemen TLKM mengatakan bahwa pembagian dividen tahun buku 2025 setidaknya akan berada pada level yang sama dengan tahun buku 2024,” tulis Stockbit Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Rabu (13/5/2026).

Pembagian dividen tahun buku 2025 dapat menjadi katalis untuk harga saham TLKM dalam jangka pendek. “Dengan mengasumsikan pembagian dividen per saham yang sama dengan tahun buku 2024 sebesar Rp 212/saham, maka itu mengindikasikan dividend yield sekitar 7,2% per Selasa (12/5),” ungkap Stockbit.

ADVERTISEMENT

Telkom (TLKM) mencetak laba bersih Rp 2 triliun pada kuartal IV-2025, turun 57% yoy atau terpangkas 58% qoq. Dengan begitu, laba bersih TLKM selama 2025 menjadi Rp 17,8 triliun. Hasil ini di bawah ekspektasi, karena hanya setara 83% dari estimasi konsensus 2025.

Penurunan laba bersih TLKM pada kuartal IV-2025, terutama ditekan oleh kenaikan beban depresiasi dan amortisasi sebesar 27% yoy atau 42% qoq akibat percepatan depresiasi, serta peningkatan beban personel sebesar 22% yoy atau 16% qoq, seiring implementasi early retirement program.

Hal itu membuat laba usaha selama 2025 turun 15% yoy, menyusul penyusutan margin laba usaha menjadi 23,6% dibandingkan 2024 yang mencapai 27,2%.

“Meski demikian, realisasi kinerja TLKM pada 2025 sesuai dengan guidance yang telah direvisi manajemen, dimana perseroan memperkirakan pendapatan sedikit terkontraksi dan margin EBITA sekitar 50%,” jelas Stockbit.

Manajemen TLKM telah memberikan guidance 2026, dengan target pertumbuhan pendapatan sekitar 1-3% yoy, normalized EBITDA margin >50%, serta capex to revenue ratio sekitar 17-19%.

“Dengan mempertimbangkan transformasi internal TLKM yang sedang berlangsung – seperti streamlining, proses value unlocking, dan transisi dari holding operating company ke strategic holding – kami menilai TLKM berpeluang untuk memenuhi guidance 2026,” sebut Stockbit.

Pemisahan Usaha & Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 10 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 20 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 21 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 32 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 55 menit yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia