Jumat, 15 Mei 2026

Wow, Penjualan Itama Ranoraya Melambung 134% di 2021

Penulis : Parluhutan Situmorang
8 Feb 2022 | 19:32 WIB
BAGIKAN
Itama Ranoraya bakal akuisisi Oneject Indonesia
Itama Ranoraya bakal akuisisi Oneject Indonesia

JAKARTA, Investor.id - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) membukukan lonjakan pendapatan sebesar 134% menjadi Rp 1,3 triliun pada 2021, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 563,9 miliar. Raihan tersebut telah melampaui target yang telah ditetapkan manajemen.

Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif mengatakan, penyumbang terbesar pendapatan berasal dari segmen non-pemerintah sebesar Rp 663,8 miliar atau tumbuh 247% pada 2021. Sedangkan sisanya berasal dari segmen pemerintah senilai Rp 655,1 miliar atau bertumbuh 76%. Porsi penjualan non-pemerintah terhadap total pendapatan meningkat dari 34% pada 2020 menjadi 50,3% sepanjang 2021.

Wow, Penjualan Itama Ranoraya Melambung 134% di 2021
Dirut Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif

“Alhamdulilah, raihan pendapatan perseroan tahun 2021 di atas target yang ditetapkan manajemen berkisar 80-100%. Keberhasilan tersebut merupakan keberhasilan kami dalam memperbesar pasar segmen non-pemerintah, baik itu korporasi maupun ritel. Porsi penjualan non-pemerintah menjadi penyumbang terbesar sekitar 50,3%,” ujarnya melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (8/2).

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan penjualan tersebut, ungkap dia, juga didukung penambahan sebanyak 111 jaringan sub distributor menjadi 123 sub distributor pada 2021. Penambahan ini membuat jumlah pelanggan perseroan naik 140% menjadi 1.137 customer.

Berdasarkan produk, dia menjelaskan, penjualan rapid test Covid sepanjang 2021 menyumbang 71% terhadap total pendapatan atau mencapai Rp 939 miliar. Sebanyak 51% penjualan rapid test Covid ditujukan untuk pasar non-pemerintah, yaitu korporasi dan ritel. Sisanya sebanyak 49% berasal dari pemerintah.

Pendapatan perseroan juga disumbangkan penjualan produk auto disable syringe (ADS) Oneject mencapai 11%, Abbott Reagent sebesar 10%, dan sisanya berasal dari penjualan mesin Aphresis (Blood & Cell Therapy) sebesar 3%.

Peningkatan pendapatan juga didukung penambahan portofolio produk yang dijual perseroan. Tahun 2021, Itama Ranoraya mulai memasarkan produk imunomodulator Avimac, alat penyimpan vaksin standar WHO milik Vestfrost, produk BD Bard milik Becton Dickinson yang merupakan balon pembuluh darah yang diperlukan untuk penyakit-penyakit yang mengalami penyumbatan darah, dan produk rapid test non-Covid

Penambahan Portofolio

Sementara itu, Direktur Pemasaran Itama Ranoraya Hendry Herman mengatakan, dari beberapa produk baru perseroan di tahun 2022 adalah produk rapid test non-Covid menjadi produk baru dengan tinggi penjualan tertinggi. “Penerimaan pasar terhadap produk rapid test non covid sangat baik, dengan realisasi angka penjualan 5 juta unit pada enam bulan pertamanya membuat kami optimis menjadi penopang laju pertumbuhan segmen produk diagnostic in vitro ke depan," jelas Hendry.

Perseroan juga akan terus memfokuskan penjualan ke segmen non-pemerintah yang memiliki potensi pasar besar ke depan. Di segmen ini, perseroan menggarap segmen korporasi, termasuk rumah sakit, laboratorium, klinik swasta, dan juga retailer.

Perseroan akan terus memfokuskan penjualan produk ke segmen non-pemerintah didukung potensi pasar yang sangat besar untuk produk alat kesehatan. Segmen ini terdiri atas korporasi, termasuk rumah sakit, laboratorium, klinik swasta, dan retailer.

“Terdapat lebih dari 1.400 rumah sakit swasta dan lebih dari 1.200 laboratorium swasta. Indonesia juga memiliki populasi yang besar dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sehingga Itama Ranoraya optimistis terhadap pertumbuhan ke depan sejalan dengan penambahan produk-produk dari prinsipal terkemuka serta ekspansi jaringan distribusi. Apalagi dengan transformasi bisnis ke depan, Itamara Ranoraya akan memiliki bisnis yang kuat, baik itu sebagai manufacturer maupun distribusi hingga pelayanan,” tutup Heru.

Itama Ranoraya adalah emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) yang berdiri sejak awal tahun 2000. Perseroan berkomitmen menjadi penyedia layanan kesehatan yang paling andal dan berorientasi pelanggan di Indonesia. Komitmen tersebut dibuktikan dengan berlanjutnya penambahan portofolio.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia