Jumat, 15 Mei 2026

Telkom Indonesia (TLKM) Jadi Merk Paling Top di Indonesia

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
9 Feb 2022 | 06:51 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam sesi panelis hari kedua Inception Meeting B20 Indonesia, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Telkom)
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam sesi panelis hari kedua Inception Meeting B20 Indonesia, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Telkom)

JAKARTA, investor.id - Konsultan penilaian merek independen asal Inggris, Brand Finance melansir The Top 100 Most Valuable dan Strongest Indonesia Brands. Dalam ajang penghargaan ini, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) hadir sebagai perusahaan urutan teratas bersama dengan perusahaan besar lainya.

Managing Director Brand Finance Indonesia Jimmy Halim menjelaskan, penilaian terhadap perusahaan yang masuk dalam nominasi didasari oleh brand value yang  mengacu kepada price on value dari pendapatan perusahaan terkait yang dikorelasikan dengan reputasi brand yang diperoleh perusahaan. Brand finance juga melakukan tinjauan terhadap transaksi real yang digunakan pengguna merek dalam bentuk perjanjian brand royalti berdasarkan praktek bisnis yang terjadi di seluruh dunia.

“Metode ini dikenal sebagai metode royalty relief yang umum digunakan dalam brand valuation dan praktek bisnis dari perusahaan. Hal itu nantinya akan menentukan most valuable dan strongest band di seluruh dunia dengan mengukur persepsi publik dan pengaruhnya terhadap permintaan melalui riset pasar terhadap 300 merek di 30 negara,” jelasnya dalam live streaming  Brand Finance Indonesia Top 100 secara Virtual, Selasa (8/2). 

Ada beberapa elemen yang digunakan dalam menentukan brand valuation. Yakni, Brand Strength Index (BSI), Brand Impact, Brand Earnings (forecast revenues), dan Brand Value.

ADVERTISEMENT

Secara rinci, dalam analisis Brand Valuation, Brand Finance menggunakan tiga pilar inti yakni input yang merupakan aktivitas yang mendukung brand strength di masa depan yang disebut juga brand investment terhadap aktivitas pemasaran oleh merek.
Adapun, ekuitas yang merupakan hasil  survei terhadap persepsi nyata saat ini yang bersumber dari riset dari pasar dan juga mitra penyedia data lainya. Lalu, output yang merupakan ukuran kinerja terkait brand seperti pangsa pasar.
Setiap brand, lanjut Jimmy, akan diberikan core index brand strength dari 0-100 yang dimasukan kedalam perhitungan brand value, berdasarkan score setiap brand diberikan peringkat yang sesuai dari A sampai AAA, serupa dengan yang digunakan dalam pemberian peringkat kredit. 

Kemudian, pada metode kedua yakni Brand Impact, Brand Finance melakukan tinjauan terhadap database perjanjian royalti yang berada di seluruh dunia oleh berbagai sektor industri dilengkapi dengan analisis dengan tentang bagaimana brand berdampak pada profitabilitas di sektor tersebut. Analisis ini, menghasilkan berbagai kemungkinan royalti yang dapat dibebankan pada setiap sektor untuk keperluan merek.
Sedangkan pada metode Brand Value, Brand Finance menggunakan proyeksi perusahaan pemilik merek dengan mempertimbangkan pendapatan historis, perkiraan analisis ekuitas dan juga tingkat pertumbuhan ekonomi. Dengan tujuan untuk menentukan pendapatan, yang merupakan kontribusi brand sebagai proporsi pendapatan perusahaan induk yang dapat diatribusikan pada brand bersangkutan.

Pada peringkat brand value calculation, Brand Finance memberikan lima peringkat  yang terdiri dari kelas bronze dengan brand value antara US$ 30-40 juta, kemudian Silver US$ 50-99 juta, lalu Gold US$ 100-299 juta, Platinum US$ 300-999 juta dan Diamond di atas US$ 1 miliar.

“Dengan adanya klasifikasi ini, diharapkan dapat  mempermudah pemahaman terhadap kinerja merek yang dikelola perusahan dan memotivasi perusahaan untuk meningkatkan kinerja mereknya. Pada tahun 2021, terdapat 23 merek di kelas Bronze, 23 merek di kelas Silver, 36 merek Gold, 10 merk Platinum, 8 merek Diamond,” kata dia.

Ia juga menegaskan, besar harapan bahwa kedepannya akan semakin banyak perusahaan yang mampu bersaing dipasar global sehingga mampu masuk dalam nominasi global 500 Most Valuable and Strongest Brand. Selain masuk dalam kategori top dalam negeri, TLKM juga menjadi satu-satunya perusahaan yang masuk nominasi Brand Finance Global 500 yang dilaunching pada 22 januari 2022, dengan menduduki peringkat ke-490, brand value senilai US$ 4,7 miliar dolar dan juga Brand Strength Index 88 poin yang setara dengan rating AAA.

SVP Corporate Comm & Investor Relations Telkom Ahmad Reza mengatakan, apresiasi ini merupakan amanah bagi perseroan untuk terus berinovasi, berkolaborasi untuk menjaga kepercayaan dan kepuasan pelanggan dan juga investor.

“Kami yakin langkah transformasi Telkom dalam digital connectivity telah membuahkan hasil  dan kami akan terus mendukung percepatan telekomunikasi di Indonesia,” jelasnya.


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia