Rights IssueBank Neo Commerce (BBYB) Diundur, Akulaku Justru Agresif Tambah Saham
JAKARTA, Investor.id - PT Akulaku Silvrr Indonesia selaku pemegang saham pengendali PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) secara perlahan menambah kepemilikan sahamnya. Dalam sebulan terakhir, Akulaku Silvrr telah menambah kepemilikan saham dari 25% menjadi 25,23%.
Akulaku Silvrr membeli sebanyak 22,22 juta saham dalam rentang satu bulan terakhir. Pembelian saham tersebut menjadikan kepemilikan Akulaku Silvrr bertambah dan kepemilikan saham publik berkurang. Sedangkan pemegang saham BBYB lainnya adalah Yellow Brick Entreprise Ltd mencapai 5,17%, Rockcore Financial Technology Co Ltd mencapai 6,12%, dan PT Gozco Capital sebanyak 14,81%.
Manajemen Bank Neo Commerce sebelumnya menyebutkan bahwa pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) melalui penawaran umum terbatas (PUT) IV atau rights issue diundur menjadi kuartal II-2022 dari rencana semula kuartal I-2022. Dalam aksi korporasi ini ditargetkan penggalangan dana senilai Rp 5 triliun.
Namun Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan tidak mengungkapkan alasan mundurnya waktu pelaksanaan aksi korporasi tersebut. "Kami mau kuartal pertama, tapi karena satu dan lain hal, kami mundurin rencananya menjadi kuartal dua, kemungkinan bulan April atau Mei 2022," kata Tjandra.
Sebelumnya, Akulaku Group dan Provident Grup akan meningkatkan kepemilikan saham di Bank Neo Commerce. Kedua grup ini akan menyerap saham rights issue PUT VI BBYB.
Provident disebut berkomitmen untuk membeli lebih banyak saham BBYB lewat rights issue selanjutnya. Akulaku pun percaya bahwa Provident bisa menjadi mitra strategis lantaran entitas tersebut mengedepankan strategi ekonomi hijau.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




