Sesi I, IHSG Dibuka Melambung 0,23%
JAKARTA, investor.id – Ditutup melemah -40 poin atau -0,59% menjadi 6.861, indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka melambung pada perdagangan sesi I, Rabu (23/2). IHSG tercatat melambung 16,63 poin (0,24%) di level 6.878,62.
Tercatat sebanyak 114,69 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 250,28 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 6.121 kali transaksi. Sebanyak 64 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 33 saham terkoreksi, dan 94 saham stagnan.
Pelaku pasar masih mencermati sentimen yang berkembang saat ini. Dari eksternal, eskalasi konflik geopolitik di perbatasan timur Ukraina masih menjadi concern pelaku pasar. Dewan Keamanan PBB mengadakan emergency meeting dengan salah satu agenda penerapan sanksi bagi Rusia. Sebelumnya, Pemerintah AS telah mengenakan sanksi kepada dua wilayah di timur Ukraina yang mendeklarasikan kemerdekaannya.
Dari dalam negeri, PPKM Level 3 di Jabodetabek dan sejumlah wilayah aglomerasi lain di Pulau Jawa kembali diperpanjang. Meski demikian, kasus baru harian Covid-19 nasional cenderung menurun dalam beberapa hari terakhir.
Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street ditutup anjlok lebih dari 1% pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina mengurangi sentimen pasar untuk memulai minggu ini. Dow Jones Industrial Average turun 482,57 poin menjadi 33.596,61, penurunan untuk sesi keempat berturut-turut. S&P 500 turun 1% menjadi 4.304,76. Nasdaq Composite tergelincir 1,2% menjadi 13.381,52. Pasar saham AS ditutup Senin karena libur Hari Presiden.
Mayoritas saham di kawasan Asia-Pasifik dibuka rebound, menguat pada perdagangan Rabu pagi (23/2/2022). Investor terus mengamati situasi geopolitik di Ukraina yang makin memanas.
Kospi Korea Selatan naik 0,63% pada awal perdagangan. Di tempat lain, S&P/ASX 200 di Australia pulih dari kerugian sebelumnya, naik 0,23%. Pasar di Jepang tutup pada hari Rabu untuk liburan. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,11% lebih tinggi.
Prediksi Analis
Artha Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan diyangi aksi profit taking, sehingga berpotensi melemah pada perdagangan Rabu (23/2). IHSG diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran resistance 6.901-6.942 dan support 6.782-6.821.
Artha Sekuritas Indonesia menilai secara teknikal candlestick membentuk lower high dan lower low mengindikasikan potensi pelemahan. Dorongan dari aksi profit taking diperkirakan masih akan membayangi.
Artha Sekuritas Indonesia menyebut, ada beberapa sentimen baik dari dalam maulum luar negeri yang menyita perhatian investor. Dari global, investor masih akan mencermati perkembangan dari Rusia-Ukraina. Di sisi lain, kasus covid-19 dalam negeri masih cukup tinggi. Namun, mulai turun beberapa hari terakhir.
Pada perdagangan Selasa (22/2) IHSG ditutup melemah. IHSG ditutup di level 6,861.99 (-0.59%). IHSG ditutup melemah mengalami koreksi setelah sepekan terakhir menguat cukup signifikan diakibatkan aksi profit taking. Sebab, rentang penguatan telah mencapai level overvalued.
Artha Sekuritas Indonesia merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan pada perdagangan hari ini, yaitu CTRA, MNCN, ASII, ELSA, MEDC, CPIN, AISA.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






