Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Cetak Rekor Baru, Net Buy Saham Melambung Rp 903,84 Miliar

Penulis : Parluhutan Situmorang
23 Feb 2022 | 15:21 WIB
BAGIKAN
Karyawan melihat monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Karyawan melihat monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, Investor.id - Pemodal asing kembali merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar hingga Rp 903,84 miliar, seiring dengan rebound indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/2), ke level tertinggi baru 6.920,06 setelah ditutup menguat 58,07 poin (0,85%). Indeks bergerak hijau sepanjang hari dalam rentang 6.873,81-6.920,06 dengan nilai transaksi Rp 12,83 triliun.

Net buy melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 304,42 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 109,38 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 100,21 miliar, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp 92,03 miliar, dan PT Merdeka Copper & Gold Tbk (MDKA) mencapai Rp 71,47 miliar.

Sedangkan penjualan bersih (net sell) melanda saham berikut, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 66,53 miliar, PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) senilai Rp 34,28 miliar, PT Avia Aviant Tbk (AVIA) Rp 25,66 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 18,27 miliar, dan PT Ace Hardware Tbk (ACES) senilai Rp 14,17 miliar.

ADVERTISEMENT

Penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur 2,05%, sektor teknoligi 1,82%, sektor energi mencapai 1,19%, sektor industri 1,03%, dan sektor keuangan menguat 0,62%. Sedangkan pelemahan melanda saham sektor consumer cyclicals 0,29%, sektor material dasar 0,04%, sektor properti dan real estat 0,08%, serta sektor transportasi dan logistik melemah 0,42%.

Penguatan indeks mendorong kenaikan sejumlah saham dengan dua saham menguat sampai auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) naik Rp 880 (25%) menjadi Rp 4.400, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) naik Rp 215 (25%) menjadi Rp 1.075, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) naik Rp 96 (24,87%) menjadi Rp 482, dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) naik Rp 11.825 (19,99%) menjadi Rp 70.975. Penguatan juga melanda saham sektor PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) menguat Rp 44 (19,47%) menjadi Rp 270.

Sedangkan pelemahan terdalam melanda beberapa saham ini, PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI), PT Berkah Beton Sedaya Tbk (BEBS), PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE), PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE), dan PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT).

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia