Mitratel (MTEL) Bangun Menara Telekomunikasi Rp 1 Triliun
JAKARTA, investor.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) akan membangun menara telekomunikasi di wilayah Non-3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar, dengan anggaran Rp 1 triliun. Dana tersebut di luar dari belanja modal (capital expenditure/capex) yang sudah dianggarkan tahun ini sebesar Rp 9,9 triliun.
Direktur Investasi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Hendra Purnama menjelaskan bahwa dana Rp 1 triliun tersebut akan dibelanjakan untuk mengembangkan menara di 1.500 desa yang ditargetkan rampung pada 2026. “Estimasi Rp 1 triliun, karena tidak semua (alokasinya) mesti Rp 1 triliun per menara,” kata Hendra kepada Investor Daily, Rabu (23/2).
Transformasi Digital, Mitratel Siapkan 1.500 Menara Program Non 3T
Hendra mengungkapkan bahwa dana tersebut berasal dari hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) yang dilakukan pada November tahun lalu. Pembangunan menara tersebut akan menjadi bentuk dukungan program MTEL terhadap pemerataan jaringan telekomunikasi ke seluruh pelosok negeri di luar wilayah 3T, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Secara terpisah, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko juga menyampaikan bahwa Mitratel akan mendukung penuh program operator telekomunikasi dalam pembangunan layanan 4G di desa Non 3T.
Menurut dia, sebagai salah satu penyedia menara telekomunikasi terbesar di Indonesia, Mitratel berperan dalam penyediaan infrastruktur melalui implementasi pemenuhan pembangunan menara telekomunikasi Built to Suit (BTS) untuk dipasangkan perangkat BTS 4G di wilayah Non 3T.
“Mitratel berkomitmen membangun lebih dari 1.500 desa yang tersebar di area Jawa Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” ujar pria yang akrab disapa Teddy itu dalam keterangan resminya, Rabu (23/2).
Komitmen itu didukung dengan pengalaman Mitratel yang kuat dalam membangun menara di daerah perbatasan. Tercatat, sampai akhir 2021, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk tersebut memiliki 516 menara di daerah perbatasan yang sebagian besar tersebar di wilayah Maluku dan Papua.
Percepatan Mitratel (MTEL) untuk Indonesia Digital, Ini Kata Erick Thohir
“Kami bekerja sama dengan semua operator telekomunikasi di Indonesia untuk menyukseskan program Non 3T dari pemerintah. Sudah selayaknya kami berkontribusi membangun infrastruktur telekomunikasi yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” tambah Teddy.
Lebih dari itu, Mitratel juga akan mengakselerasi digital di Indonesia dalam rangka menghadapi era 5G. Termasuk berkontribusi mewujudkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekonomi digital terbesar, khususnya di Kawasan Asia Pasifik pada 2025.
Untuk itu, pemerintah pun fokus melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia. Dari total 83.218 desa dan kelurahan, sekitar 3.435 desa/kelurahan di wilayah Non 3T belum terjangkau layanan 4G.
Secara spesifik, lokasi Non 3T tidak berada di daerah yang terisolir (jarak non 3T dengan BTS eksisting terdekat rata-rata sekitar 5-10 km). Namun secara market, kurang menjadi prioritas bagi operator.
Editor: Eva Fitriani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






